Malaysia hingga India Potong Gaji Pejabat demi Tangani Corona

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 12:55 WIB
Malaysia hingga India Potong Gaji Pejabat demi Tangani Corona Ilustrasi warga memakai masker untuk mencegah virus corona. (CNN Indonesia/Safir MakkiI
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah negara memutuskan memotong gaji pejabat pemerintahan, anggota parlemen, hingga pegawai negeri sipil demi memulihkan perekonomian yang terdampak wabah virus corona (Covid-19).

Sebagian pemimpin negara memotong gaji mereka secara sukarela hingga ada yang menerapkan sebagai kebijakan. 

Beberapa negara menggunakan dana pemotongan gaji untuk diberikan kepada para petugas medis sebagai bonus. Sejumlah negara lainnya menggunakan dana tersebut untuk menambal biaya penanganan Covid-19 di dalam negeri.


Berikut negara-negara tersebut.

Singapura

Singapura menjadi salah satu negara yang terdampak wabah Covid-19 hingga menyebabkan Presiden Halimah Yacob memotong satu bulan gaji secara sukarela demi memberi bonus para petugas medis.

Tak lama dari itu, kantor Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji selama tiga bulan bagi dia sendiri, presiden, menteri, dan anggota perlemen sebagai solidaritas bangsa dalam menghadapi pandemi corona.


Gaji Perdana Menteri Lee Hsieen Loong termasuk salah satu yang tertinggi di dunia yakni sebesar 2,2 juta dolar Singapura (Rp22,25 miliar) selama setahun, sementara gaji Presiden Halimah mencapai 1,54 juta dolar Singapura (Rp17,6 miliar). 

Sementara itu, dilansir the South China Morning Post, gaji menteri tingkat pertama mencapai 1,1 juta dolar (Rp11,2 miliar) selama setahun dengan bonus tunjangan sekitar 35 persen dari total gaji.

Total dana yang dapat dikumpulkan dari pemotongan gaji seluruh menteri Singapura selama satu bulan dikabarkan bisa melampaui satu juta dolar selama setahun.

Selain menteri dan anggota parlemen, pejabat publik senior Singapura juga akan mendapat pengurangan gaji setengah bulan.

"Kami sebagai kepemimpinan politik akan melakukan peran untuk menunjukkan solidaritas terhadap sesama warga Singapura. Dalam beberapa pekan dan bulan ke depan, kita perlu menaruh perhatian terhadap kepercayaan dan solidaritas Singapura," kata Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat dalam rapat parlemen pada awal Maret lalu.

Per hari ini, Singapura tercatat memiliki 1.375 kasus corona dengan enam kematian.

Malaysia

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin memutuskan memotong gajinya dan gaji para menteri kabinet selama dua bulan untuk didonasikan bagi dana penanganan Covid-19 di dalam negeri.

Kantor Muhyiddin menuturkan dua bulan gaji 32 menteri kabinet dan 38 wakil menteri akan otomatis disalurkan bagi anggaran Covid-19 pemerintah.

Dilansir the Straits Times, per 25 Maret lalu total kontribusi dan hibah dari pemerintah telah mencapai 8,49 juta ringgit (Rp32,1 miliar).


Malaysia memang menjadi negara yang memiliki kasus virus corona tertinggi di Asia Tenggara. Per hari ini, Malaysia 3.793 kasus corona dengan 62 kematian.

PM Muhyiddin telah menerapkan penutupan perbatasan atau lockdown hingga 14 April mendatang.

India

Perdana Menteri India Narendra Modi memutuskan memotong satu tahun gajinya dan gaji seluruh anggota parlemen sebesar 35 persen demi memulihkan perekonomian negara di Asia Selatan itu yang terdampak wabah corona.

Kabinet federal India mengesahkan sebuah dekrit pemotongan gaji tersebut pada Senin (6/4). Dalam dekrit itu, PM Modi, Presiden Ram Nath Kovind, para gubernur negara bagian, dan anggota parlemen akan terkena pemotongan gaji sebagai bentuk tanggung jawab sosial pejabat negara terhadap masyarakat.


"Donasi mulai dari dalam rumah sendiri ini adalah keputusan terobosan yang menjadi awal," kata Menteri Kabinet India Prakash Javadekar.

India menjadi salah satu negara yang turut terdampak penyebaran corona. Per hari ini, negara dengan penduduk terpadat kedua di dunia itu tercatat memiliki 4.778 kasus corona dengan 136 kematian.

Sama seperti Malaysia, India juga telah menerapkan lockdown selama 21 hari sejak 24 Maret lalu.

Hong Kong

Langkah senada juga dilakukan oleh pemerintahan Pemimpin Eksekutif Carrie Lam. Lam dan kabinet pemerintahannya mendonasikan satu bulan gaji mereka untuk disumbangkan bagi dana penanganan Covid-19 di wilayah tersebut.

Satu bulan gaji Lam mencapai 416 ribu dolar Hong Kong (Rp882 juta), sementara gaji 16 menteri kabinetnya berkisar 335 ribu hingga 371 ribu dolar Hong Kong (Rp710-787 juta).

Sementara itu, anggota dewan eksekutif Hong Kong non-resmi menerima gaji sekitar 83 ribu dolar Hong Kong (Rp176 juta) per bulan.
The South China Morning Post menuturkan total pemotongan gaji pejabat Hong Kong diperkirakan mencapai 10 juta dolar Hong Kong (Rp21,2 miliar). 
Foto: CNN Indonesia/Fajrian

"Wabah penyakit ini telah memicu dampak signifikan terhadap ekonomi domestik dalam dua bulan terakhir. Berbagai sektor terpukul dan masyarakat harus menghadapi masa-masa sulit ini," bunyi pernyataan kantor Lam.

"Untuk menunjukkan bahwa pemerintah bersama masyarakat sedang memerangi penyakit ini dan menjalani masa sulit, kepala eksekutif dan semua pejabat yang ditunjuk secara politik akan menyumbangkan satu bulan remunerasi bagi komunitas kesehatan paru-paru Hong Kong untuk tujuan amal."

Sama seperti Taiwan, Hong Kong dinilai berhasil mengendalikan penyebaran virus corona meski letak geografis berbatasan dengan China, sumber penyebaran Covid-19 pertama kali.

Per hari ini, Hong Kong tercatat memiliki 915 kasus corona dengan empat kasus kematian.

Indonesia 

Menteri Keuangan Sri Mulyani diminta Presiden Joko Widodo mengkaji kembali pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Pegawai negeri Sipil (PNS) tahun ini.

Pemberian tunjangan itu kembali dipertimbangkan Jokowi menyusul tekanan belanja pemerintah akibat penyebaran Covid-19 di dalam negeri di tengah penerimaan negara yang menurun.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga tengah mengkaji usulan pemotongan setengah gaji anggota untuk membantu penanganan wabah corona di dalam negeri.


Ketua DPR RI Puan Maharani menuturkan usulan tersebut tengah menunggu persetujuan fraksi-fraksi di DPR.

Hingga hari ini, ada sekitar 2.491 kasus corona tercatat di Indonesia dengan 209 kasus kematian. Kasus corona tersebut menyebar di 32 provinsi di Indonesia.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]