Ayatollah menyatakan hal tersebut dalam pidatonya. Dia mengatakan Iran mencoba untuk memulai kembali kegiatan ekonomi yang terdampak oleh virus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khamenei mendesak masyarakat untuk berdoa di rumah mereka selama bulan Ramadhan, terlepas dari kebiasaan berdoa bersama, terutama selama Ramadhan.
Iran telah melaporkan lebih dari 67 ribu kasus virus corona, dengan hampir 4 ribu kematian pada Kamis (9/7). Namun, para ahli telah berulang kali mempertanyakan angka-angka itu, terutama karena Iran awalnya meremehkan wabah pada Februari di tengah peringatan 41 tahun Revolusi Islam 1979, dan pemilihan parlemen.
![]() |
Ekonomi Iran sangat terpukul akibat sanksi Amerika Serikat, setelah Presiden AS, Donald Trump, secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir yang diteken di masa pendahulunya, Barrack Obama, pada 2015. Khamenei mengingatkan penduduk Iran bahwa AS adalah musuh utama negara. (ara/ayp)
