Para pendatang itu mendesak polisi mengizinkan mereka pulang ke kampung halaman, karena tidak mempunyai cukup uang untuk tetap tinggal di Mumbai.
Menurut pejabat Kepolisian Mumbai, Vijaylakshmi Hiremath, demonstrasi itu terjadi beberapa jam setelah Modi mengumumkan perpanjangan lockdown.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Besar Negara Bagian Maharashtra, Uddhav Thackeray, sempat menyatakan akan membantu para perantau tersebut selama perpanjangan lockdown.
"Kalian datang dari negara bagian lain dan tinggal di sini bersama kami. Memang ada masalah tetapi saya dan kalian akan menghadapinya bersama-sama. Kalian tinggal dan hidup di sini dan kami akan membantu kalian. Kalian tidak perlu khawatir," ujar Thackeray.
Menurut Thackeray, para perantau itu berharap bisa mudik dari Mumbai setelah lockdown selama 21 hari sudah berakhir.
Juru Bicara perusahaan kereta api Western Indian Railways, Ravindra Bhakar, mengatakan mulanya mereka memang akan membuka pemesanan tiket secara daring selepas lockdown. Namun, pemerintah memutuskan memperpanjang lockdown sehingga membuat mereka membatalkan seluruh penjualan tiket.
Demonstrasi juga terjadi di Gujarat. Para perantau bahkan melempari polisi dengan batu karena tidak diizinkan pulang ke kampung halaman mereka akibat perpanjangan masa lockdown.
India menetapkan lockdown sejak 25 Maret selama tiga pekan. Sejak itu banyak perantau yang berada di kota-kota besar memilih pulang kampung karena tempat mereka mencari nafkah terpaksa tutup sementara. Hal itu membuat mereka tidak mendapatkan penghasilan.
(CNN Indonesia/Fajrian) |
Hingga saat ini tercatat ada 11.439 kasus virus corona di India. Sebanyak 377 orang di antaranya meninggal. (ayp/ayp)
(CNN Indonesia/Fajrian)