Perempuan AS Jadi Korban Hoaks Penyebab Utama Pandemi Corona

CNN Indonesia | Selasa, 28/04/2020 09:13 WIB
A COVID-19 patient undergoes treatment in one of the intensive care units (ICU) of the Germans Trias i Pujol hospital in Badalona, Barcelona province, Spain, Wednesday, April 1, 2020. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Felipe Dana) Ilustrasi pasien virus corona. (AP Photo/Felipe Dana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang perempuan di Amerika Serikat, Maatje Benassi dan suaminya Matt, menjadi korban penyebaran informasi palsu di dunia maya, yang menuduh mereka sebagai penyebar virus corona dan menjadi awal mula pandemi.

Kini, pasutri yang dikaruniai dua anak tersebut merasa kehidupan mereka terancam setelah menerima sejumlah surat kaleng dan diteror di dunia maya.

Seperti dilansir CNN, Selasa (28/4), informasi yang beredar luas di dunia maya menyebut Maatje membawa wabah tersebut ke China.


Maatje memang pernah bertandang ke Wuhan pada Oktober 2019 untuk mengikuti ajang Military World Games, yakni olimpiade untuk kalangan militer. Wuhan menjadi kota dengan kasus virus corona terbesar di China.


Maatje saat itu berlomba dalam nomor balap sepeda. Dalam putaran terakhir, dia mengalami kecelakaan sehingga mengakibatkan tulang rusuknya patah dan gegar otak. Alhasil, dia tidak bisa melanjutkan perlombaan.

Entah siapa yang memulai, rekaman tentang keberadaan Maatje di Wuhan lantas dirajut sedemikian rupa menjadi sebuah video dengan narasi seolah-olah dia adalah penyebab awal mula wabah corona.

Maatje bekerja sebagai tenaga keamanan di markas Angkatan Darat AS di Fort Belvoir, Virginia. Sedangkan suaminya adalah pensiunan Angkatan Udara yang saat ini menjadi tenaga sipil di Kementerian Pertahanan AS (Pentagon).

Video tentang "konspirasi" tersebut kini beredar luas di media sosial China seperti WeChat, Weibo, dan Xigua Video.

Kini kehidupan Matt dan Maatje berputar 180 derajat. Mereka mengatakan kerap menerima surat kaleng karena alamat tempat tinggal mereka dipajang di dunia maya oleh pihak tertentu. Akun media sosial mereka juga diserbu oleh orang tidak dikenal.

"Rasanya seperti mengalami mimpi buruk setiap hari. Saya ingin setiap orang berhenti menghina saya, karena saya mengalami perundungan di dunia maya dan sudah kelewat batas," kata Maatje.


Matt dan Maatje sudah berupaya mengontak Youtube untuk menghapus video tersebut dan mengantisipasi supaya tidak diunggah kembali. Mereka juga meminta bantuan kepada advokat dan polisi untuk mengurus masalah ini, tetapi kedua pihak tersebut menyatakan mereka tidak bisa berbuat banyak.

Diduga salah satu pihak yang menyebarkan informasi palsu tersebut adalah seseorang bernama George Webb (59). Webb diduga adalah orang yang gemar menyebarkan informasi palsu di dunia maya.

Webb sempat menyebarkan informasi dengan menyatakan seorang disjoki asal Italia, Benny Benassi, berkomplot dengan Matt dan Maatje untuk turut menyebarkan virus corona. Hal itu dibantah oleh Benny yang mengatakan dia tidak pernah mengenal Matt dan Maatje.

Benny mengatakan nama belakang mereka sama karena itu adalah nama yang umum bagi penduduk Italia.

Matt juga menyatakan agak sulit menjerat para penyebar hoaks yang membuat hidup keluarganya menjadi sulit.

"Sulit untuk membuat dia (Webb) mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujar Matt.

[Gambas:Video CNN]

"Penegak hukum mengatakan mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena negara menjamin hak kebebasan berpendapat. Mereka menyarankan supaya konsultasi ke advokat sipil. Kami menghubunginya dan ternyata biayanya untuk melakukan litigasi sangat mahal dan tidak akan terjangkau bagi orang-orang biasa seperti kami. Kami tidak bisa mendapatkan apapun dari aparat penegak hukum dan pengadilan," ujar Matt.

"Nasi sudah menjadi bubur. Saya tahu kini hidup saya sudah tidak akan pernah sama lagi. Setiap menuliskan nama saya di Google, pasti yang muncul soal pasien pertama (virus corona)," kata Maatje. (ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]