Makan di Resto, Presiden Austria Minta Maaf Langgar Lockdown

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 26/05/2020 19:30 WIB
Ilustrasi Koki Ilustrasi. Presiden Austria Alexander Van der Bellen meminta maaf langgar lockdown dengan makan di restoran hingga larut malam. (Foto: RestaurantAnticaRoma/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Austria Alexander Van der Bellen meminta maaf setelah melanggar aturan pembatasan pergerakan selama pandemi virus corona (Covid-19) karena pergi makan di sebuah restoran hingga larut malam.

Van der Bellen kedapatan tengah menyantap makanan bersama sang istri dan dua kerabatnya di sebuah restoran Italia di pusat Kota Vienna hingga tengah malam pada Minggu (24/5). 

Padahal, aturan pembatasan pergerakan di Austria hanya mengizinkan restoran, kafe, dan bar buka hingga pukul 11 malam.


"Saya pergi ke luar bersama dua orang teman dan istri saya untuk pertama kalinya sejak penguncian wilayah (lockdown). Kami lalu lupa waktu karena banyak berbincang-bincang. Saya benar-benar minta maaf, ini adalah sebuah kesalahan," kata Van der Bellen melalui akun Twitternya.

Dikutip The Guardian, pelanggaran itu terungkap oleh koran Austria, Kurier. Surat kabar itu melaporkan sang presiden, istri, dan dua kerabatnya tertangkap petugas kepolisian yang tengah berpatroli.

Berdasarkan data statistik Worldometer per Selasa (26/5), Austria tercatat memiliki 16.539 kasus corona dengan 641 kematian. 

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Austria mengonfirmasi kasus Covid-19 pertama pada 25 Februari lalu yakni seorang pria dan wanita berusia 24 tahun dari Lombardy, wilayah dengan kasus virus corona tertinggi di Italia.

Sejak itu, pemerintahan kanselir Sebastian Kurz menerapkan serangkaian aturan pembatasan pergerakan dan lockdown secara bertahap termasuk menutup seluruh tempat publik, restoran, kafe, bar, hingga sekolah.

[Gambas:Video CNN]

Namun pemerintah Austria mulai mengizinkan sejumlah tempat umum seperti restoran dan cafe untuk buka kembali dengan syarat pada pekan lalu. Salah satu syarat adalah menerapkan pedoman kesehatan dan membatasi jam operasional hingga pukul 11 malam.

Sementara itu, kepada koran Krone, restoran Italia yang melayani Van der Ballen menegaskan bahwa pihaknya tak melanggar aturan pembatasan lantaran telah menutup jam operasional pada pukul 11 malam. Namun, restoran menuturkan pihaknya memang mengizinkan tetap berada di restoran setelah jam operasional tutup.

Sejumlah pihak menuturkan pihak berwenang berpotensi dapat menjatuhkan sanksi dan denda terhadap restoran itu karena melanggar aturan pembatasan baru. 

Van der Bellen mengatakan ia siap "bertangggung jawab" jika pemilik restoran mengalami kerugian akibat insiden tersebut.

Sementara itu, dilansir Sky News, setiap individu dan tempat usaha yang kedapatan melanggar aturan pembatasan pergerakan baru bisa didenda masing-masing hingga 3 ribu euro (Rp58 juta) dan 30 ribu euro (Rp484 juta). (rds/evn)