Peringatan tersebut disampaikan untuk meredam harapan pemulihan ekonomi global secara cepat dan kemungkinan jadwal perjalanan internasional yang akan dibuka kembali dalam waktu dekat.
"Saat ini, kita tidak berada dalam gelombang kedua. Kita tepat di tengah gelombang pertama secara global. Kita masih berada di banyak fase di mana penyakit ini sedang dalam perjalanan," ujar Dr. Ryan seperti dilansir Associated Press.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan kasus corona terjadi setelah pemerintah India mulai melonggarkan penutupan wilayah (lockdown). India juga mulai mengizinkan operasional penerbangan domestik mulai Senin (25/5) setelah ditutup selama dua bulan.
Foto: CNN Indonesia/FajrianInsert Artikel - Waspada Virus Corona |
Setali tiga uang, Brasil juga mencatat lonjakan kasus hingga mencapai 375 ribu dan lebih dari 23 ribu kematian. Saat ini Brasil berada di uruta kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus corona tertinggi di dunia.
Banyak pihak yang khawatir jika angka infeksi sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan pemerintah.
Ryan mengatakan tingkat penularan virus corona di Brasil terbilang intens. Ia menyarankan negara tersebut tetap mempertahankan anjuran agar warga tetap tinggal di rumah, terlepas dari dampak negatifnya bagi perekonomian.
"Anda harus terus melakukan semua (upaya) yang Anda bisa," kata Ryan.
WHO sebelumnya menghentikan sementara uji klinis hydroxychloroquine atau obat malaria sebagai pengobatan potensial bagi pasien Covid-19. Keputusan tersebut dilakukan setelah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet menunjukkan obat itu dapat meningkatkan risiko kematian pasien.
Sebuah kelompok Solidarity Trial yang terdiri dari ratusan rumah sakit rujukan virus corona di seluruh dunia mendaftarkan pasien untuk diuji menggunakan hydroxychloroquine. Kini uji coba tersebut dihentikan sementara. (ans/evn)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian