Paus Fransiskus menyatakan kematian Floyd sebagai peristiwa tragis.
Seperti dilansir CNN, Rabu (3/6), Paus Fransiskus menyatakan hal itu dalam kegiatan ibadah mingguan Doa Malaikat Tuhan di Vatikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sahabatku, kita tidak bisa membiarkan atau berpura-pura tidak tahu terhadap rasisme dalam berbagai bentuk dengan dalih untuk mempertahankan kesucian hidup seluruh umat manusia. Dalam waktu yang sama, kita harus meyakini bahwa kekerasan yang terjadi dalam beberapa malam sama saja menghancurkan dan mengalahkan diri sendiri. Tidak ada keuntungan dari kekerasan dan kehilangan tersebut," ujar Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus lantas menyatakan akan mendoakan arwah George Floyd dan orang-orang lain yang kehilangan nyawa mereka akibat dosa perbuatan rasisme.
Floyd meninggal setelah mengalami tindak kekerasan oleh anggota kepolisian Minneapolis, dengan dalih melawan ketika ditangkap pada 25 Mei lalu.
Petugas kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin, yang menekan leher Floyd dengan lutut saat penangkapan hingga tersangka kehabisan napas dijerat dengan sangkaan pembunuhan tingkat tiga.
Chauvin yang sempat ditahan di penjara Ramsey County dipindahkan ke Lapas Hennepin County, kemudian kini dibui di Lapas Negara Bagian Minnesota.
Tiga polisi lain yang terlibat penangkapan Floyd adalah Thomas Lane, J. Alexander Kueng dan Tou Thao.
[Gambas:Video CNN]
Kasus tersebut saat ini ditangani langsung oleh Kepala Kejaksaan Minnesota, Keith Ellison.
Sejak kejadian itu, sejumlah penduduk di beberapa kota di AS sampai hari ini berdemonstrasi menuntut keadilan atas kematian Floyd. (ayp/ayp)