Dokter RS Wuhan Meninggal Kena Corona Bertambah

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 20:59 WIB
In this Sunday, Feb. 16, 2020, photo, medical workers move a person who died from COVID-19 at a hospital in Wuhan in central China's Hubei province. Chinese authorities on Monday reported a slight upturn in new virus cases and hundred more deaths for a total of thousands since the outbreak began two months ago. (Chinatopix via AP) Ilustrasi korban meninggal virus corona di Wuhan, China. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang spesialis urologi di China, Hu Weifeng (42), menjadi dokter kelima di Rumah Sakit Pusat Wuhan yang meninggal akibat infeksi virus corona (Covid-19), dan mengalami perubahan fisik yakni kulitnya menjadi hitam.

Kondisi itu terjadi akibat hatinya rusak terkena infeksi virus Covid-19.


Seperti dilansir The Star yang mengutip kantor berita China, Xinhua, Rabu (3/6), Hu mengembuskan napas terakhir pada Selasa kemarin. Dia meninggal seorang istri dan dua anak.


Hu dilaporkan tertular virus corona pada pertengahan Januari lalu, dan gejalanya cepat terlihat dan kondisinya semakin menurun.

Pada Februari lalu, dokter yang merawat Hu memutuskan mencoba metode ECMO untuk membantunya tetap bertahan.

Mesin penyangga kehidupan yang dipasang kepada Hu dilepas pada Maret. Lantas pada pertengahan April, kondisi Hu dilaporkan semakin membaik dan saluran bantu pernapasan yang dipasang juga dilepas.

Hu kemudian dipindahkan dari ruang perawatan intensif. Namun, pada 22 April, Hu mengalami pendarahan pada otak.


Dia lantas menjalani bedah dan koma hingga meninggal. Tindakan medis itu dilakukan di cabang Rumah Sakit Tongji-Wuhan.

"Kami membedahnya untuk memindahkan cairan yang berada di otak," kata seorang dokter yang melakukan prosedur bedah.

Pada Januari lalu, sebelum pemerintah China menyatakan Covid-19 bisa menular antarmanusia, Hu sudah memperingatkan dokter lain untuk tidak berkumpul. Namun, saat itu mereka belum menyadari bahwa bakal terjadi wabah yang berubah menjadi pandemi.

Rekan Hu di RS Wuhan, Li Wenliang (34), yang merupakan dokter spesialis mata meninggal akibat Covid-19 pada Februari lalu. Dia sempat ditahan dan diinterogasi polisi setelah menyebarkan informasi supaya rekan-rekannya mewaspadai wabah virus yang mirip infeksi saluran pernapasan akut (SARS).

Insert Artikel - Waspada Virus Corona(CNN Indonesia/Fajrian)

Pada awal Maret, dua rekan Li yang juga dokter spesialis mata, Mei Zhongming (57) dan Zhu Heping (67), serta kepala kamar bedah Jiang Xueqing (55), meninggal akibat Covid-19.

Menurut catatan ada 69 tenaga medis di RS Wuhan yang terinfeksi Covid-19. Hal itu diduga karena mereka belum mengenakan pakaian pelindung saat masa awal wabah merebak.

Wabah itu merebak pertama kali di Wuhan, dan menyebar ke Provinsi Hubei dan sejumlah provinsi lain di China. (ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]