Hal ini juga diduga terkait dengan dampak perseteruan kedua negara terkait penanganan Virus Corona dan perang dagang.
Dikutip dari Associated Press, Sabtu (6/6), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China mengimbau warganya tidak bepergian ke Australia karena ada peningkatan aksi kekerasan dan diskriminasi ras melalui ucapan dan perbuatan terhadap warga China dan Asia akibat pandemi Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, China juga menuding Australia melanggar kesepakatan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan melakukan praktik dumping, yakni melakukan subsidi terhadap produksi biji barley dan menjual dengan harga di bawah ongkos produksi.
Hal itu kemudian dibalas China dengan penerapan tarif 80 persen terhadap ekspor biji barley dari Negeri Kanguru.
Duta Besar China untuk Australia, Cheng Jingye, menyatakan kemungkinan negaranya akan memperluas boikot terhadap sektor pariwisata, ekspor anggur dan barang-barang lainnya.
Australia juga diketahui merupakan salah satu negara yang mendesak agar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggelar penyelidikan terkait penanganan Virus Corona, termasuk di China.
[Gambas:Video CNN]
(ap/ayp)