Kapal Perang AS Masuk Selat Taiwan saat Peringatan Tiananmen

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 05:17 WIB
At sea with USS Curtis Wilbur (Jul. 09, 1999) — USS Curtis Wilbur (DDG-54) patrols the waters of the Arabian Gulf as part of Carrier Task Force Five Zero (CTF-50). Curtis Wilbur is currently operating with the USS Constellation (CV-64) in support of Operation Southern Watch. Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. (Dok. Wikimedia/U.S. Navy, Chief Photographer’s Mate Mahlon K. Miller)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapal perang Amerika Serikat berlayar di Selat Taiwan pada Kamis (4/6). Pelayaran itu bertepatan dengan peringatan 31 tahun peristiwa pembantaian demonstran pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen, Beijing, China.

Di Taiwan dan Hong Kong, peringatan Tiananmen diwarnai demonstrasi solidaritas terhadap para korban pembantaian oleh militer China. Ribuan pedemo dikabarkan tewas dalam peristiwa itu meski hingga kini pihak berwenang China tidak pernah mengakui dan merilis jumlah korban resmi.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan USS Russell sempat transit di Selat Taiwan-yang memisahkan wilayah itu dengan daratan China-menuju selatan.



Taipei menganggap pelayaran kapal perang itu sebagai "misi biasa" tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Armada Angkatan Laut AS di Pasifik juga membenarkan bahwa kapal perusak kelas Arleigh Burke itu memang berlayar melewati Selat Taiwan.

Dilansir The Straits Times, dalam beberapa bulan terakhir, militer AS terus meningkatkan pelayaran di Selat Taiwan hingga memicu amarah China.


Sebab, China menganggap Taiwan sebagai wilayah pembangkang yang ingin memerdekakan diri. Sementara itu, AS memiliki hubungan yang baik dengan Taiwan.

Pelayaran tersebut menambah runcing ketegangan antara AS-China mulai dari isu perang dagang, pandemi virus corona (Covid-19), hingga isu Hong Kong dan Taiwan.

AS selama ini kerap mengerahkan kapal militernya untuk berlayar di perairan internasional demi menegakkan kebebasan bernavigasi dan berlayar.


Namun, China tidak suka dengan langkah tersebut, terutama ketika kapal perang AS berlayar di kawasan yang diklaim sebagai wilayahnya seperti Selat Taiwan dan Laut China Selatan. (rds/dea)

[Gambas:Video CNN]