China Bantah Tuduhan Lambat Laporkan Wabah Corona

CNN Indonesia | Minggu, 07/06/2020 14:25 WIB
Restaurant staff members wearing face masks mourn patients and medical staff killed by coronavirus during a nationwide three minutes silence along a business street in Beijing on April 4, 2020. - China came to a standstill to mourn patients and medical staff killed by the coronavirus, with the world's most populous country observing a nationwide three-minute silence. (Photo by WANG ZHAO / AFP) Ilustrasi. China membantah tuduhan yang dilayangkan media kalau pemerintah negara itu lambat melaporkan soal wabah Covid-19. (WANG ZHAO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- China sebut negaranya tak tutupi kasus infeksi virus corona SARS-CoV-2 yang mewabah di negara itu. Hal ini disampaikan pejabat resmi senior China membantah tuduhan kalau negara itu sengaja lambat melaporkan soal wabah Covid-19.

Penolakan atas tuduhan itu tertuang dalam laporan panjang yang menjadi jawaban China atas penanganan pandemi Covid-19 akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2.

Menurut Kepala Komisi Kesehatan China Ma Xiaowei, China telah memberikan informasi terkait wabah ini tepat waktu dan setransparan mungkin.


"Pemerintah Cina tidak menunda atau menutupi apa pun," katanya. "Sebaliknya, kami telah segera melaporkan data virus dan informasi yang relevan tentang epidemi kepada masyarakat internasional dan membuat kontribusi penting untuk pencegahan dan pengendalian epidemi di sekitar dunia," jelas Ma dalam pertemuan media dengan pemeirntah China, Minggu (7/6).

Pertemuan ini dilangsungkan sebagai tanggapan atas laporan media yang menyebut pemerintah China tidak segera membagikan m genom virus tersebut. Ma menolak dengan tegas tuduhan itu.

Sebelumnya, Associated Press melaporkan investigasi laboratorium pemerintah China sengaja tak segera merilis peta genetik virus selama lebih dari seminggu pada Januari lalu.

China juga disebut AP telah menunda identifikasi di negara ketiga dan berbagi informasi yang diperlukan untuk mengembangkan tes, obat-obatan dan vaksin. Dalam konferensi pers itu, Ma tidak secara langsung berkomentar atas temuan AP itu.

Ma menyebut saat itu wabah masih berada dalam tahap awal dan masih banyak hal yang tidak diketahui soal virus baru ini. Sehingga, mereka perlu waktu untuk mengumpulkan bukti dan mencari tahu karakteristik virus penyebab penyakit Covid-19 itu.

Ia lantas merinci hal-hal yang telah dilakukan pemerintah China dari waktu ke waktu. Hal itu tertuang dalam laporan 66 halaman dalam bahasa Inggris.

Laporan itu memuji keberhasilan China dalam mengurangi peningkatan harian dalam kasus-kasus baru menjadi satu digit dalam waktu sekitar dua bulan.

Laporan itu juga menyebut bagaimana mereka berhasil memenangakan "pertempuran untuk mempertahankan Provinsi Hubei dan ibu kotanya, Wuhan" selama tiga bulan.

Wuhan merupakan tempat munculnya kasus pertama dari virus corona yang terdeteksi akhir tahun lalu. Kota ini menjadi pusat wabah dan menjadi kasus paling sulit dari wabah tersebut di China.

Wuhan dan kota-kota lain di provinsi Hubei segera dikunci (lockdown) selama lebih dari dua bulan untuk menghentikan penyebaran virus ke seluruh negara. (AP/eks)

[Gambas:Video CNN]