KILAS INTERNASIONAL

Gelombang II Corona Jepang hingga Floyd Positif Covid-19

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 06:32 WIB
This photo taken on February 23, 2020 shows people wearing face masks as they gather at the Guandi Temple in the Chinatown district in Yokohama. - Japan has more than 130 cases of the COVID-19 coronavirus and four have died. Three of those deaths were passengers who had been on the cruise ship Diamond Princess, quarantined off in Yokohama, where the number of infections is now at 630. (Photo by Philip FONG / AFP) Jepang menghadapi gelombang kedua virus corona yang terjadi di Fukuoka dan Tokyo. (Foto: Philip FONG / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang tengah menghadapi gelombang kedua pandemi virus corona hingga hasil autopsi menunjukkan George Floyd mengidap Covid-19 mengisi kilas internasional, Jumat (5/6).

Jepang Hadapi Gelombang II Virus Corona di Tokyo dan Fukuoka

Jepang menghadapi gelombang kedua penularan virus corona (Covid-19) setelah mencapai rekor nihil kasus baru sejak 30 April-22 Mei lalu.

Gelombang kedua corona terjadi setelah Kota Kitakyushu di Fukuoka menemukan 119 kasus baru Covid-19 dalam 11 hari terakhir.


Dari ratusan pasien Covid-19 baru itu, sebanyak 11 di antaranya merupakan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Hal itu mendorong pemerintah Fukuoka kembali meliburkan sekolah dan menutup fasilitas umum.

Sementara itu, pihak berwenang Jepang juga menemukan 34 kasus corona baru di Ibu Kota Tokyo pada Selasa (2/6). Ini pertama kalinya lonjakan kasus corona baru mencapai lebih dari 30 di Tokyo sejak 14 Mei lalu.

Sebanyak 12 dari 34 kasus corona baru di Tokyo dikabarkan belum dilacak. Hal itu memungkinkan ada peningkatan jumlah penularan corona di ibu kota.

Tegang dengan Iran, Israel Klaim Sukses Uji 2 Rudal Balistik

Israel menyatakan telah berhasil melakukan uji coba dua rudal balistik di Mediterania pada Selasa (3/6). Uji coba peluru kendali itu dilakukan ketika ketegangan antara Iran dan Israel tengah memanas.

Israel Aerospace Industries (IAI) mengatakan "uji coba yang kompleks telah dilakukan di laut lepas" dan melibatkan dua Sistem Senjata Artileri Jangka Panjang (LORA).

"Skenario pertama melibatkan peluncuran rudal jarak pendek hingga 90 kilometer dan yang kedua jarak jauh hingga 400 kilometer," bunyi pernyataan IAI seperti dilansir AFP.

"Dalam kedua skenario, rudal diluncurkan pada lintasannya, mengarahkan jalurnya kepada target, dan menembak target dengan sangat presisi," kata lembaga yang dikelola pemerintah itu menambahkan.

Hasil Autopsi Tunjukkan George Floyd Terinfeksi Virus Corona

Hasil autopsi terbaru menunjukkan George Floyd positif terinfeksi virus corona. Pria kulit hitam yang tewas pada 25 Mei setelah lehernya dikunci menggunakan lutut oleh seorang polisi kulit putih di Minnesota, AS diketahui terpapar corona berdasarkan hasil tes swab.

 Pria kulit hitam yang tewas setelah lehernya diinjak pakai lutut oleh anggota polisi Minnesota itu diketahui terpapar Covid-19 berdasarkan tes swab.

"Hasil tes swab post-mortem ditemukan positif untuk 2019-nCoV RNA," tulis laporan hasil autopsi yang dirilis hari ini.

Seperti dikutip dari CNN, Kepala Pemeriksa Medis Andrew Baker mengatakan hasil tersebut menyatakan bahwa itu merupakan positif yang bertahan lama dari infeksi sebelumnya.

Floyd diduga terkena virus corona tanpa gejala. Baker juga menegaskan bahwa virus corona bukanlah penyebab kematian Floyd. (evn/evn)

[Gambas:Video CNN]