"Untuk saat ini, semua perwakilan RI di AS tengah bekerja sama dengan komunitas masyarakat Indonesia untuk mendalami dan mencari konfirmasi kasus ini," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, melalui pesan singkat pada Senin (8/6).
Pernyataan itu diutarakan Judha menyusul laporan bahwa seorang WNI yang disebut mahasiswa di AS menerima penyerangan dari warga lokal kulit putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Judul video yang tersebar menggambarkan bahwa pria Asia itu terlibat perkelahian dengan seorang pria kulit putih yang rasialis. Namun, lagi-lagi Kemlu belum bisa mengonfirmasi kejadian tersebut.
Laporan serangan tersebut muncul ketika AS masih dirundung demonstrasi besar anti-rasisme selama dua pekan terakhir. Unjuk rasa itu dipicu oleh kematian warga kulit hitam, George Floyd, pada 27 Mei lalu.
[Gambas:Twitter]
Floyd meninggal dunia karena kehabisan napas setelah lehernya ditekan oleh lutut seorang petugas polisi saat berupaya menangkapnya.
Kematian Floyd dianggap menjadi puncak amarah publik AS terkait sikap rasisme dan diskriminasi berujung kekerasan terhadap warga kulit hitam dan kaum minoritas lainnya di Negeri Paman Sam.
Kerusuhan dan bentrokan antara kepolisian juga tidak terhindarkan selama demonstrasi yang berlangsung di beberapa kota di AS.
Sebuah kedai milik diaspora Indonesia di Washington D.C. dilaporkan menjadi korban amukan demonstran yang menuntut keadilan atas kematian George Floyd.
Meski demikian, sampai saat ini Kemlu RI melaporkan tidak ada WNI yang menjadi korban dalam demonstrasi yang berlangsung rusuh di beberapa wilayah di AS.
[Gambas:Youtube]
(rds/evn)