Pelayat memenuhi area luar gereja Fountain of Praise di Houston untuk melihat jasad Floyd untuk terakhir kalinya.
Para pelayat mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak satu hingga dua meter dan mengenakan masker saat mengantre masuk ke dalam area gereja. Setiap pelayat diberi waktu beberapa detik untuk memberi penghormatan terakhir kepada jasad Floyd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joseph Qualls, seorang teman lama Floyd saat di sekolah mengatakan jika kematiannya terasa sangat menyakitkan.
[Gambas:Video CNN]
"Dia (Floyd) adalah orang pertama yang saya kenal di lingkungan tempat tinggal hingga mendapat beasiswa," ujar Qualls yang datang dengan istrinya, Candice.
Penghormatan terakhir bagi jasad Floyd juga dihadiri oleh pelayat kulit putih. Sarah Frazzel, pelayat yang datang dengan kelima temannya hadir untuk mendukung keluarga dan komunitas.
Lihat juga:Joe Biden Temui Keluarga George Floyd |
Kepala Kepolisian Houston, Art Avecado hadir di antara ribuan pelayan. Ia mengaku jika ada banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, termasuk mengakhiri kecurigaan antara polisi dan komunitas kulit hitam.
Floyd rencananya akan dikebumikan pada Selasa (9/6) di sebelah makam ibunya di Houston. Floyd lahir dan dibesarkan di Houston sebelum pindah ke Minneapolis, Minnesota untuk mencari pekerjaan.
Floyd meninggal akibat mengalami kekerasan oleh seorang petugas polisi di Minneapolis. (afp/evn)