Militer Israel menuturkan serangan itu diluncurkan sebagai balasan terhadap tembakan roket dari Jalur Gaza ke wilayah Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketegangan Israel-Hamas kembali terjadi menyusul rencana Tel Aviv mencaplok sejumlah daerah Tepi Barat.
Pada Senin kemarin, pejabat senior Hamas, Salah al-Bardawil, mengajak seluruh pihak melawan rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Israel "dengan cara apa pun".
"Kami menyerukan kepada orang-orang kami untuk mengubah kesulitan ini menjadi kesempatan untuk mengembalikan rencana Palestina ke jalurnya," kata Bardawil.
"Adalah kewajiban setiap warga Palestina yang bebas untuk bangkit melawan agresi yang mencolok di tanah kami," katanya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana memulai pencaplokan Tepi Barat dan Lembah Yordania mulai 1 Juli mendatang.
Hal itu dilakukan Israel sejalan dengan proposal perdamaian Timur Tengah yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang kontroversial.
Israel berkeras tetap melanjutkan rencana aneksasi meski telah dikecam dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (rds/ayp)