Hamas Anggap Upaya Israel Caplok Tepi Barat Deklarasi Perang

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 18:08 WIB
Fighters from the Ezzedine al-Qassam Brigades, the armed wing of the Palestinian Hamas movement, march in the streets in the southern Gaza Strip city of Khan Yunis on July 20, 2017. / AFP PHOTO / SAID KHATIB Hamas menganggap upaya Israel untuk mencaplok Tepi Barat sebagai deklarasi perang terhadap rakyat Palestina. (AFP PHOTO / SAID KHATIB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hamas menganggap upaya Israel untuk mencaplok Tepi Barat sebagai deklarasi perang. Kelompok yang menguasai Jalur Gaza itu menyebut rencana tersebut akan memicu perang dengan rakyat Palestina.

"Kami menganggap keputusan untuk mencaplok Tepi Barat dan Lembah Yordania sebagai deklarasi perang terhadap rakyat kami," kata Juru Bicara Hamas Abu Ubaida Kamis (25/6) seperti dikutip dari AFP.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan mencaplok wilayah Tepi Barat yang sudah berdiri permukiman Yahudi di Yerikho dan Lembah Yordania. Gagasan tersebut sudah diutarakan sejak kampanye pemilu Israel putaran ketiga.


Netanyahu berencana memaparkan rencana pencaplokan Yerikho dan Lembah Yordania pada 1 Juli mendatang.

Upaya Israel mencaplok permukiman Israel di Tepi Barat dan Lembah Yordania merupakan bagian dari rencana perdamaian Amerika Serikat yang diterbitkan pada Januari lalu.

Infografis Hasrat Israel Caplok Tepi Barat

Usulan tersebut merencanakan pendirian negara Palestina pada bagian kecil Tepi Barat dan termasuk Jalur Gaza.

Gagasan perdamaian yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump itu menyebut Yerusalem sepenuhnya akan menjadi ibu kota Israel. Sedangkan Palestina akan diberikan hak untuk mengelola Yerusalem Timur sebagai ibu kota jika kelak sudah berbentuk negara.

Rencana itu disambut baik oleh Israel, namun ditolak dan dicerca habis-habisan oleh Palestina hingga memicu demonstrasi besar di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, memutuskan membatalkan seluruh perjanjian yang dibuat dengan AS dan Israel, sebagai bentuk protes atas rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Antonio Guterres, berharap Israel mengurungkan niat untuk mencaplok sebagian kawasan Tepi Barat. PBB khawatir rencana Israel itu merusak peta damai solusi dua negara untuk mengakhiri konflik dengan Palestina.

Guterres meminta Israel mendengar desakan dari sejumlah negara untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.

Israel merebut wilayah Tepi Barat dalam Perang Enam Hari pada 1967, dan sejak itu telah membangun puluhan permukiman yang menampung lebih dari 400.000 warga Israel dalam beberapa dekade.

Hamas dan Israel telah terlibat tiga perang dalam beberapa tahun terakhir. Konflik terbaru terjadi pada 2014 yang menewaskan 2.251 warga Palestina dan 74 orang di pihak Israel.

(dea)

[Gambas:Video CNN]