Waspada Serangan Israel, Palestina Hancurkan Dokumen Rahasia

CNN Indonesia | Rabu, 17/06/2020 05:20 WIB
Palestina menghancurkan dokumen rahasia karena khawatir akan kemungkinan serangan Israel ke kantor mereka di tengah isu peningkatan pencaplokan di Tepi Barat. Ilustrasi. (Istockphoto/wragg)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan keamanan Palestina menghancurkan dokumen-dokumen rahasia karena kekhawatiran akan kemungkinan serangan Israel ke kantor mereka di tengah kisruh peningkatan pencaplokan di Tepi Barat.

"Kami diperintahkan untuk menghancurkan dokumen-dokumen rahasia dan kami mematuhi perintah tersebut," ujar seorang sumber keamanan kepada AFP, Selasa (16/6).

Sumber itu mengatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menghindari kekacauan yang terjadi ketika Intifada Kedua pada awal 2000-an.
Saat itu, pasukan keamanan Israel berulang kali menyerbu kantor-kantor Palestina dan mengambil dokumen-dokumen rahasia.


Sumber lainnya kemudian membocorkan bahwa aparat keamanan menghancurkan dokumen tersebut setelah datanya ditransfer ke USB. Perangkat itu kemudian disimpan di tempat rahasia.

Menurut sumber lainnya, penghancuran dokumen ini sudah dilakukan sejak sekitar sebulan lalu, ketika Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, memutuskan untuk mengakhiri kerja sama keamanan dengan Israel.

[Gambas:Video CNN]

Abbas mengakhiri semua perjanjian tersebut ketika perjanjian damai dengan Israel terus menemui jalan buntu.

Perundingan kian buram setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengajukan rencana perdamaian Israel dan Palestina pada akhir tahun lalu.

Dalam usulan tersebut, Trump mengusulkan pelegalan pencaplokan Israel di daerah pemukiman di Tepi Barat yang selama ini dianggap ilegal oleh masyarakat internasional. (has/has)