India Blokir Tiktok dan 58 Aplikasi, China Mengaku Prihatin

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 18:25 WIB
The Chinese national flag is seen on a flagpole in Beijing on August 8, 2016. 
Most of the five stars on the Chinese flags being used at medal ceremonies at the Rio Olympics are misaligned, officials said, prompting a diplomatic protest and online fury. / AFP PHOTO / STR Ilustrasi bendera China. (AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mengaku prihatin atas sikap India yang melarang aplikasi besutan Tiongkok termasuk Tiktok.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan pihaknya sedang memeriksa dan memverifikasi keputusan tersebut.

"Saya ingin menekankan bahwa pemerintah China selalu meminta pemilik bisnis (asal China) mematuhi aturan internasional, hukum setempat, dan peraturan dalam kerja sama bisnis mereka dengan negara-negara asing," kata Zhao.

Dilansir dari Tribune India, India melarang 59 aplikasi besutan China termasuk yang populer seperti Tiktok dan UC Browser. India menilai aplikasi asal Negeri Tirai Bambu itu merugikan kedaulatan, integritas dan pertahanan, dan keamanan India, serta ketertiban umum.
 
Larangan itu juga muncul di tengah pertikaian kedua negara di sepanjang Garis Kontrol Aktual di Ladakh Timur.

 
 
"Pemerintah India memiliki tanggung jawab untuk menegakkan hak sah dan hukum dari investor internasional termasuk China," ujar Zhao.
 
India pada Senin (29/6) memutuskan melarang 59 aplikasi seluler China, termasuk TikTok dan WeChat di negara mereka. Larangan yang hanya berselang beberapa minggu setelah bentrokan di perbatasan Himalaya dilakukan dengan alasan keamanan dan privasi nasional.
 



Langkah ini akan melindungi kepentingan mendasar pengguna ponsel dan internet India. Keputusan ini adalah langkah yang ditargetkan untuk memastikan keamanan dan kedaulatan dunia maya India.
 
Daftar aplikasi yang dilarang India termasuk Helo, Likee, Scanner Cam, Video Vigo, Mi Video Call-Xiaomi, Clash of Kings, serta platform e-commerce Club Factory dan Shein.
 


Kementerian TI India menyebutkan pihaknya juga menerima banyak keluhan dari berbagai sumber, termasuk beberapa laporan tentang penyalahgunaan beberapa aplikasi seluler yang tersedia di platform Android dan iOS.
 
Aplikasi itu dianggap mencuri data dan diam-diam secara tidak sah mengirimkan data pengguna ke server yang berlokasi di luar India.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]