PM Israel Beri Sinyal Aneksasi Tepi Barat Meleset dari Target

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 09:07 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during the weekly cabinet meeting, at his office in Jerusalem, Sunday, Dec. 15, 2019. (Gali Tibbon/Pool via AP) PM Israel, Benjamin Netanyahu, sempat menjanjikan akan memulai rencana mencaplok 30 persen kawasan Tepi Barat mulai 1 Juli. (Gali Tibbon/Pool via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberi pertanda bahwa rencana aneksasi sebagian Tepi Barat yang dijadwalkan akan dipaparkan hari ini bakal meleset dari target.

"Saya sudah menyampaikan soal pertanyaan kedaulatan wilayah, dan kami akan bekerja menyelesaikannya dalam beberapa hari mendatang," kata Netanyahu di Yerusalem, seperti dilansir Associated Press, Rabu (1/7).


Netanyahu menyampaikan hal itu usai bertemu dengan utusan Amerika Serikat untuk Israel, Avi Berkowitz, dan Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman.

Di sisi lain, kondisi politik internal Israel dilaporkan kembali menghangat. Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, nampak berbeda pendapat dengan Netanyahu.

Gantz menyatakan tenggat 1 Juli untuk rencana aneksasi tidak mutlak, dan menuduh Partai Likud yang mendukung Netanyahu 'main belakang' untuk membuat kesepakatan soal Tepi Barat dengan Amerika Serikat.

Pemerintah AS menyatakan mereka tidak bakal melanjutkan rencana aneksasi itu jika Gantz dan Netanyahu tidak sepakat. Sebab, Gantz menyatakan saat ini pemerintah Israel harus mendahulukan penanganan krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi virus corona.



Rencana aneksasi Tepi Barat itu berdasarkan usulan Presiden AS, Donald Trump. Di dalam rancangan itu, Trump mengusulkan tukar guling wilayah antara Palestina dan Israel untuk perdamaian kedua belah pihak.

Akan tetapi, Israel dan AS menolak memberikan wilayah Yerusalem Timur kepada Palestina jika mereka merdeka di masa depan.

Aneksasi tersebut membidik wilayah Lembah Yordania dan sekitar wilayah kota Yerikho. Luasnya mencapai 30 persen dari wilayah Tepi Barat.

[Gambas:Video CNN]

Israel menduduki Tepi Barat sejak menang dalam Perang Enam Hari pada 1967. Melalui perjanjian Oslo yang diteken pada 1993, wilayah Tepi Barat dibagi tiga sektor yakni A, B dan C.

(Associated Press/ayp)