Hadapi Gelombang II Covid, Israel Tunda Caplok Tepi Barat

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 09:22 WIB
FILE - This Feb. 18, 2020 file photo, shows a view of the West Bank settlement of Ma'ale Efraim on the hills of the Jordan Valley. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu has vowed to annex the valley and all of Israel's far-flung West Bank settlements, in line with President Donald Trump's Middle East plan, which overwhelmingly favors Israel and has been rejected by the Palestinians. (AP Photo/Ariel Schalit, File) Kawasan Tepi Barat yang hendak dicaplok Israel dari Palestina. (Foto: AP/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menuturkan rencana negaranya mencaplok secara resmi wilayah Tepi Barat Palestina ditunda hingga krisis virus corona terkendali.

"Apa pun yang tidak terkait dengan perang melawan virus corona akan menunggu sampai setelah virus terkendali," kata Gantz saat ditanya wartawan di Yerusalem soal aneksasi pada Senin (29/6).

Kantor Gantz tak lama mengonfirmasi bahwa rencana aneksasi Tepi Barat memang ditunda.


Penundaan itu diungkap Gantz setelah bertemu utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Timur Tengah, Aviv Berkowitz dan Dubes AS di Tel Aviv, David Friedman.

Kantor Gantz mengatakan pertemuan ketiganya dilakukan "untuk membahas proposal rencana perdamaian" Timur Tengah gagasan AS yang kontroversial.

Meski begitu, kantor Gantz tidak menjelaskan detail isi pertemuan dengan pihak AS tersebut.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan mencaplok wilayah Tepi Barat yang saat ini sudah berdiri banyak permukiman Yahudi, terutama di Yerikho dan Lembah Yordania.

Infografis Fakta dan Data Tepi BaratFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Infografis Fakta dan Data Tepi Barat

Rencana aneksasi tersebut sudah diutarakan Netanyahu dalam janjinya sejak kampanye pemilu Israel putaran ketiga.

Netanyahu berencana memaparkan rencana pencaplokan Yerikho dan Lembah Yordania pada 1 Juli mendatang.

Dilansir AFP, hingga kini Netanyahu tidak segera mengonfirmasi soal penundaan pencaplokan ini. Berdasarkan kesepakatan koalisi pemerintah, Netanyahu dapat memulai proses aneksasi baik melalui persetujuan kabinet atau Knesset, parlemen Israel.

Meski Gantz memiliki hak veto, namun sebuah rancangan undang-undang hanya butuh mayoritas suara untuk bisa lolos di parlemen. Jadi, jika Netanyahu meraih dominas suara soal aneksasi, Gantz tak bisa menghentikannya meski tidak sependapat.

Pencaplokan Tepi Barat hanya satu dari serangkaian program yang tertulis dalam proposal damai AS yang ditujukan untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

(rds/evn)

[Gambas:Video CNN]