Disusupi Paham Radikal, Unit Pasukan Elit Jerman Dibubarkan

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 08:38 WIB
Desert storm, Tentara Gurun Ilustrasi. Pemerintah Jerman membubarkan sebuah unit dalam kesatuan pasukan khusus, KSK, akibat sejumlah prajurit menganut paham radikal ekstrem kanan. (zabelin/thinkstockphotos)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Jerman memutuskan membubarkan sebuah unit di dalam kesatuan pasukan khusus, KSK, akibat sejumlah prajurit dilaporkan menganut paham radikal ekstrem kanan.

"Kompi Komando Dua KSK akan dibubarkan," kata sumber seperti dikutip CNN, Kamis (2/7).


Menurut lembaga analis militer, Janes, KSK adalah satuan pasukan khusus Jerman yang dibentuk pada 1990. Modelnya meniru pasukan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat (USSOCOM).

KSK dilaporkan beranggotakan 1.400 prajurit. Keahlian mereka adalah operasi anti-terorisme dan pembebasan sandera.

Menurut laporan surat kabar Sueddeutsche Zeitung, Menteri Pertahanan Jerman, Annegret Kramp-Karrenbauer, mengatakan sudah memerintahkan untuk membubarkan sebagian unit di dalam pasukan khusus itu karena dinilai tidak menaati rantai komando.


Dia juga mengatakan ada kecenderungan pola kepemimpinan yang buruk di dalam unit tersebut.

Sementara itu, menurut laporan surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ), satuan pasukan khusus itu akan dibubarkan sebagian karena terkait sejumlah kejadian dan ada potensi peningkatan penganut ideologi ekstrem kanan di satuan itu. Mereka melaporkan sebanyak 70 serdadu akan terkena imbas pembubaran itu.

Anggota KSK berulang kali dilaporkan dekat dengan kelompok ekstrem kanan. Pada Mei lalu dilaporkan polisi menyita sejumlah senjata, amunisi dan bahan peledak di rumah seorang tentara Jerman. Tersangka dilaporkan adalah anggota KSK.


[Gambas:Video CNN]

Dinas Kontraintelijen Militer Jerman melaporkan sudah mengawasi gerak-gerik sejumlah anggota KSK sejak lama. Proses penggeledahan dilakukan setelah mereka mendapat petunjuk kelompok itu menimbun senjata untuk melakukan serangan.

(CNN/ayp)