Polisi Italia Sita 14 Ton Pil Narkoba Kerap Dikonsumsi ISIS

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 09:52 WIB
Ilustrasi obat-obatan Ilustrasi pil. Kepolisian Italia menyita 14 ton narkoba berupa pil amfetamin Captagon yang dilaporkan diselundupkan dari Suriah. (Pixabay/stevepb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Italia menyita 14 ton narkoba berupa pil amfetamin Captagon yang dilaporkan dibuat di Suriah, dan diselundupkan organisasi kejahatan mafia setempat.

Dilansir CNN, Kamis (2/7), polisi menyita narkoba itu di pelabuhan Salermo, di kawasan barat daya. Pil amfetamin itu disembunyikan di dalam kemasan silinder kertas dan diselundupkan di dalam tiga peti kemas.

Setelah dibongkar, ternyata jumlah pil itu mencapai 84 juta keping dan bernilai US$1.12 miliar (sekitar Rp15.9 triliun).

Menurut satuan kriminal khusus Kepolisian Italia, jumlah hasil sitaan itu merupakan yang terbesar di dunia dari segi kuantitas dan nilai. Anggota Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Naples, Domenico Napolitano, mengatakan narkoba itu disembunyikan dengan sangat baik dan pemindai di pelabuhan tidak mampu mendeteksi isi peti kemas.


"Kami sempat tidak bisa melihatnya tapi kami mengetahui bahwa pengiriman itu akan tiba lantaran sudah menyelidiki kegiatan mafia kelompok Camorra. Kami menyadap telepon para anggota mereka, jadi kami tahu narkoba itu akan tiba," ujar Napolitano.

Menurut Napolitano, kelompok mafia Camorra yang menyelundupkan narkoba itu ke Italia dan mendapat jatah sekian persen dari proses distribusi.

Pil narkoba itu mempunyai logo Captagon, yang kerap dikonsumsi oleh anggota milisi ISIS yang berperang. Mereka menyatakan ISIS mendapatkan uang untuk membiayai aksi terorisme dengan membuat narkoba tersebut di Suriah.

Alhasil, Suriah saat ini tercatat sebagai negara produsen terbesar amfetamin di dunia dalam beberapa tahun belakangan.

"Menurut Badan Narkotika Amerika Serikat (DEA), ISIS menggunakan narkoba itu dan menguasai penjualan," demikian isi keterangan polisi Italia.


Proses penyelidikan untuk menggagalkan penyelundupan itu berdasarkan surat dari kejaksaan Naples. Aparat penegak hukum meyakini narkoba itu bakal disebar di Eropa oleh sejumlah kelompok kejahatan.

"Hipotesis kami adalah selama lockdown karena kondisi darurat pandemi produksi dan pengiriman narkoba sintetis di Eropa terhenti. Maka dari itu banyak gembong narkoba dari sejumlah organisasi kejahatan beralih ke Suriah karena proses produksinya tetap berjalan," lanjut keterangan polisi.

Kepala Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Naples, Brigjen Gabriele Failla, meyakini penyelundupan narkoba itu dilakukan oleh beberapa kelompok mafia. Sebab, biasanya penyelundupan narkoba jarang dilakukan dalam jumlah besar untuk menghindari risiko diketahui aparat.

Captagon sebenarnya adalah merek obat sintetis yang mengandung zat stimulan fenethylline. Namun, obat itu sudah tidak lagi dibuat.


[Gambas:Video CNN]

Narkoba yang dinamakan Captagon kerap ditemukan di kawasan Timur Tengah.

Dalam laporan CNN lima tahun lalu diketahui para milisi ISIS kerap mengkonsumsi pil itu saat bertempur. Efek yang dirasakan adalah menyebabkan tubuh merasa berenergi dan euforia.

"ISIS dan Front al Nusra diyakini turut menyelundupkan bahan-bahan untuk pembuatan Captagon," kata Kepala Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), Yury Fedotov, dalam jumpa pers pada Juni 2015.

(CNN/ayp)