Trump Sebut Slogan Black Lives Matter Simbol Kebencian

CBS News, CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 12:12 WIB
US President Donald Trump speaks during a meeting with the French president at the Prefecture of Caen, Normandy, northwestern France, on June 6, 2019, as part of D-Day commemorations marking the 75th anniversary of the World War II Allied landings in Normandy. (Photo by MANDEL NGAN / AFP) Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (MANDEL NGAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menganggap slogan Black Lives Matter yang selama ini digunakan gerakan anti-rasisme terutama oleh warga kulit hitam merupakan simbol kebencian.

Pernyataan itu diutarakan Trump merespons rencana Wali Kota New York Bill de Blasio yang ingin melukis jalan Fifth Avenue di kota itu dengan tulisan Black Lives Matter.

"de Blasio akan menulis simbol Black Lives Matter yang besar, mahal, dan berwarna kuning di Fifth Avenue, merendahkan jalan mewah tersebut," kata Trump melalui kicauannya di Twitter pada Rabu (1/7).

"Simbol itu akan semakin memusuhi kepolisian New York. Kepolisian New York mungkin tidak akan membiarkan simbol kebencian itu digambar di jalan terbesar di New York tersebut," lanjut Trump dalam kicauannya.


Fifth Avenue merupakan lokasi di mana Trump Tower berada. Dalam wawancara dengan MSNBC, de Blasio mengutarakan bahwa pemerintah kota memang berencana melukis slogan Black Lives Matter di jalan tersebut.

"Tepat di luar pintu masuk (gedung Presiden Trump)," ucap de Blasio seperti dikutip CBS News.

Menurut de Blasio, rencana itu sangat penting sebagai bentuk pesan kepada seluruh negeri terkait isu rasisme yang kian mengkhawatirkan di Negeri Paman Sam.

"Dan tentunya kami ingin Presiden mendengar ini karena beliau tidak pernah menunjukkan rasa hormat terhadap makna dari tiga kata (Black Lives Matter) tersebut," ujar de Blasio.


De Blasio menganggap Trump selalu bernada negatif setiap mendengar kata Black Lives Matter menggaung.

Sebelum New York, Wali Kota Washington DC Muriel Browser sudah melakukan hal serupa. Ia melukis slogan Black Lives Matter di sepanjang 16th Street yang mengarah ke Gedung Putih.

Gerakan Black Lives Matter kembali mencuat terutama setelah demonstrasi anti-rasisme yang dipicu oleh kematian warga kulit hitam asal Minneapolis, George Floyd pada akhir Mei lalu.

Floyd meninggal dunia karena kehabisan napas setelah lehernya ditekan lutut seorang polisi yang berusaha menangkapnya.


[Gambas:Video CNN]

Kematian Floyd dinilai menjadi puncak amarah warga AS terhadap rasisme terutama yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap warga kulit hitam dan minoritas lainnya.

Pasalnya, sebelum insiden Floyd, sejumlah warga kulit hitam AS juga tewas di tangan kepolisian tanpa proses hukum yang jelas.

(rds/ayp)