Lewati Trump, Biden Kumpulkan Dana Kampanye Rp2 T Dua Bulan

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 19:25 WIB
FILE - In this Feb. 29, 2020, file photo Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden smiles at supporters during a campaign event at Saint Augustine's University in Raleigh, N.C. Biden has won the last few delegates he needed to clinch the Democratic nomination for president. (AP Photo/Gerry Broome, File) Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengalahkan sumbangan dana kampanye Presiden Donald Trump selama dua bulan berturut-turut. (AP/Gerry Broome)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, mengalahkan sumbangan dana kampanye Presiden Donald Trump selama dua bulan berturut-turut di kuartal kedua 2020.

Menurut angka yang dirilis Rabu (1/7), Biden, Komite Nasional Demokrat, dan penggalangan dana terkait secara mengejutkan mengumpulkan US$141 juta atau sekitar Rp2,02 triliun selama bulan Juni.

Sementara Trump dan Tim Kampanye Partai Republik dilansir dari Huffpost, hanya mengumpulkan US$ 131 juta atau sekitar Rp1,8 triliun


"Perolehan untuk bulan kedua ini secara berturut-turut mengungguli (dana) kampanye Donald Trump dan menunjukkan lonjakan energi akar rumput untuk memilih Joe Biden," kata manajer kampanye Jen O'Malley Dillon dalam sebuah pernyataan.

Kuartal kedua 2020 mencatatkan jarak rekor bagi kampanye Biden dan Trump, di mana Biden unggul dengan US$282,1 juta dan Trump memperoleh US$266 juta untuk periode April-Juni.

Namun tim kampanye Trump melaporkan bahwa pihaknya memiliki keunggulan dana kampanye dalam bentuk tunai yakni sebesar US$295 juta. Tim kampanye Biden tidak melaporkan jumlah tunai.

Penggalangan dana biasanya memberikan dukungan besar dalam enam bulan sebelum pemilihan presiden. Sebagian rekor sumbangan berasal dari penggalangan dana digital dan daring dari kampanye-kampanye yang berlangsung selama pandemi virus corona.

Dilansir dari AFP, popularitas Biden mencapai 9,4 persen di atas Trump dalam survei yang dirilis RealClearPolitics.

Biden juga memimpin di beberapa negara bagian seperti Florida, Pennsylvania, dan Wisconsin.

Popularitas Trump merosot karena para pemilih tidak menyukai cara penanganan terhadap virus corona dan krisis ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi. Selain itu tanggapan Trump terhadap aksi protes keras insiden kematian George Floyd turut mempengaruhi popularitasnya.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]