Seminggu Reda, Kini Muncul Delapan Kasus Baru Corona di China

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 09:41 WIB
People wait outside a COVID-19 testing site after they were ordered by the government to be tested after potentially being exposed to the coronavirus outbreak at a wholesale food market in Beijing, Wednesday, June 17, 2020. As the number of cases of COVID-19 in Beijing climbed in recent days following an outbreak linked to a wholesale food market, officials announced they had identified hundreds of thousands of people who needed to be tested for the coronavirus. (AP Photo/Mark Schiefelbein) Warga kota Beijing saat antre mengikuti tes virus corona pada 17 Juni 2020. (AP/Mark Schiefelbein)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pejabat pemerintah China telah melaporkan delapan kasus COVID-19 yang baru dikonfirmasi, di saat pandemi virus corona dirasa mulai mereda di Beijing.

Ibukota China itu memiliki dua kasus baru, setelah tujuh hari berturut-turut hanya memiliki kasus berjumlah satu digit.

Pihak berwenang telah mengkonfirmasi 334 infeksi selama penularan di tengah kota, yang terdeteksi sekitar tiga minggu lalu dan merupakan yang terbesar di negara itu sejak Maret.


Hingga saat ini belum ada kasus kematian yang dilaporkan.

Juru bicara pemerintah Beijing, Xu Hejian mengatakan pada konferensi pers hari Sabtu (4/7) bahwa situasi negaranya "terus membaik dan sepenuhnya dapat dikendalikan."

Enam kasus di luar Beijing adalah orang-orang yang datang dari luar negeri.

Tiga berada di provinsi Gansu di barat laut negara itu.

China telah melaporkan 83.553 kasus virus corona yang dikonfirmasi dan 4.634 kematian sejak pandemi dimulai.

Meski demikian, jumlah kasusnya tidak termasuk orang yang dites positif untuk virus corona tetapi tidak menunjukkan gejala.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa yang melaporkan pertama kali kasus virus corona bukan pemerintah China, melainkan lembaganya sendiri.

Hal itu diketahui setelah WHO memperbarui laporannya tentang tahapan awal munculnya pandemi Covid-19.

Seperti dikutip dari AFP, WHO mengaku pertama kali mendapatkan informasi dari kantor perwakilan mereka di China. Ketika itu kasus pertama pneumonia dilaporkan di Wuhan.

Pada 9 April, organisasi itu menerbitkan rentang waktu awal wabah untuk menjawab kritik atas respons terhadap penanganan corona.

Dalam kronologi itu, WHO hanya mengatakan bahwa Komisi Kesehatan Kota Wuhan di Provinsi Hubei pada 31 Desember 2019 melaporkan kasus pneumonia. Namun tidak disebutkan secara spesifik dari mana informasi itu berasal.

(AP/ard)

[Gambas:Video CNN]