Palestina Perpanjang Penutupan Wilayah Tepi Barat

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 12:11 WIB
FILE - This Feb. 18, 2020 file photo, shows a view of the West Bank settlement of Ma'ale Efraim on the hills of the Jordan Valley. Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu has vowed to annex the valley and all of Israel's far-flung West Bank settlements, in line with President Donald Trump's Middle East plan, which overwhelmingly favors Israel and has been rejected by the Palestinians. (AP Photo/Ariel Schalit, File) Ilustrasi wilayah Tepi Barat, Palestina. (AP/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Palestina memutuskan memperpanjang penutupan wilayah Tepi Barat setelah terjadi lonjakan infeksi virus corona.

Penguncian wilayah yang dimulai sejak Jumat lalu akan diperpanjang lima hari hingga Minggu (12/7).

Seperti dikutip dari AFP, Juru Bicara Pemerintah Palestina Ibrahim Melhem pada Selasa (7/7) mengatakan lebih dari 4.570 orang dinyatakan positif Covid-19 sejak penyakit tersebut pertama kali dicatat di Tepi Barat dan 17 orang meninggal.


Sepekan lalu angka itu baru mencapai 2.356 kasus corona dan lima kematian.

Pihak berwenang Palestina memberlakukan lockdown ketat Tepi Barat setelah kasus virus corona pertama kali diidentifikasi pada awal Maret. Kemudian mencabutnya pada akhir Mei.

Puluhan ribu warga Palestina di Tepi Barat melakukan perjalanan untuk bekerja di Israel sebagai buruh harian.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh pada hari Senin meminta Israel menutup perlintasan karena ada lonjakan kasus.

Sebelumnya kepala polisi perbatasan Israel Yaakov Shabtai dilaporkan terinfeksi virus corona. Dia dinyatakan positif Covid-19 pada Sabtu (4/7), beberapa hari setelah mengikuti upacara yang dihadiri oleh pejabat senior Israel.

Israel sendiri telah melaporkan lebih dari 31.270 kasus virus corona dan lebih dari 330 kematian.

(dea)

[Gambas:Video CNN]