TKI Etty Positif Corona, 127 Orang Disebut Ada di Pesawat

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 11:30 WIB
The Saudi Arabian Airlines Boeing 777, hijacked while on a Jeddah-London flight, sits on the tarmac at Baghdad's Saddam International airport before taking off to Riyadh 15 October 2000. The plane left about 24 hours after landing in the Iraqi capital with its 90 passengers and 14 crew aboard. The hijackers, now in the hands of the Iraqi authorities, were both Saudi sergeants who called for an inquiry into human rights abuses in Riyadh and requested political asylum.  / AFP PHOTO / KARIM SAHIB Ilustrasi Saudi Arabia Airlines. (AFP Photo/Karim Sahib)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setidaknya 127 orang berada dalam pesawat yang membawa tenaga kerja Indonesia (TKI) Etty Binti Toyib Anwar dari Arab Saudi ke Indonesia. Etty telah dinyatakan positif Covid-19 (corona) pada pekan ini.

Etty tiba di Tanah Air pada Senin (6/7) sore di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang menggunakan pesawat Saudi Arabia Airlines. Keesokan harinya ia menjalani tes swab dan hasilnya keluar pada Jumat (9/7) kemarin. Setelah dinyatakan positif ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet untuk mendapat perawatan dan diisolasi.

Menurut Kepala Badan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, ada beberapa tim pemerintah yang ikut mendampingi Etty selama proses pemulangan dari Saudi hingga tiba di Indonesia.


Ia juga memaparkan setidaknya ada 127 orang yang ikut dalam pesawat yang membawa Etty dari Saudi ke Indonesia.

"Kalau soal contact tracing saya tidak tahu pasti, itu ranah gugus tugas, tapi setahu saya ada sekitar 127 orang yang satu pesawat bersama Etty," kata Benny saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Benny sendiri pada Sabtu pagi ini sudah melakukan tes virus corona (Covid-19), demikian pula Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, dan beberapa anggota Komisi IX DPR yang ikut menyambut kepulangan Etty ke bandara.


"Saya baru saja melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) pagi ini. Hasil baru keluar tiga hari lagi. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Ibu Menaker dan Pak Jazilul mereka juga sudah tes PCR."

Salah satu tim yang mendampingi Etty selama proses pemulangan ialah tim Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, mengatakan timnya masih terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Nasional Covid-19.

Juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, menuturkan semua tim yang menjemput Etty juga sudah menjalani pemeriksaan.

"Saya tidak tahu hasilnya, tapi tim Kemlu yang menjemput (Ety) sudah menjalani pemeriksaan," kata Faizasyah melalui pesan singkat.

Etty yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat, berhasil terbebas dari hukuman mati di Arab Saudi setelah divonis bersalah meracuni sang majikan, Faisal al-Ghamdi, hingga tewas pada 2002 lalu.

Etty tiba di Tanah Air pada 6 Juli lalu di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

Etty berhasil dibebaskan dari hukuman qishas setelah diyat atau uang denda sebesar 4 juta riyal atau Rp15,2 miliar berhasil dikumpulkan sesuai tuntutan keluarga sekaligus ahli waris korban.


(rds/vws)

[Gambas:Video CNN]