WHO Desak Indonesia Gelar Tes PCR untuk OTG

AFP, CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 13:02 WIB
Petugas mengambil sampel cairan dari hidung dan tenggorokan pedagang saat mengikuti swab test di Pasar Pagi, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (11/6/2020). Presiden Jokowi menargetkan pemeriksaan spesimen tes PCR (polymerase chain reaction) COVID-19 mencapai 20 ribu per hari. ANTARA FOTO/Anindira Kintara/Lmo/aww. Tes PCR. (Foto: ANTARA FOTO/Anindira Kintara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia untuk melakukan lebih banyak tes polymerase chain reaction (PCR) pada orang yang dicurigai terinfeksi virus corona. Desakan ini disampaikan seiring dengan tingginya angka kematian pasien yang diawasi (PDP) dan orang yang diamati (ODP).

Kendati demikian, WHO mengakui bahwa Indonesia telah meningkatkan kapasitas pengujian virus secara signifikan.

Hanya saja, Indonesia menggunakan pedoman WHO yang lama untuk tes PCR dilakukan oleh orang yang diketahui telah terinfeksi corona. Sebulan yang lalu WHO merevisi pedoman laporan kematian pasien Covid-19.


WHO memasukkan kematian pasien yang kemungkinan dan yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona ke dalam kategori kematian akibat corona.

"Indonesia memiliki angka kematian secara substansial tinggi pada pasien PDP dan ODP. Oleh karena itu, tes PCR harus diprioritaskan untuk diagnosis kasus PDP dan ODP daripada untuk tes lanjutan pada pasien yang hendak dipulangkan," kata WHO dalam laporan terbarunya untuk Indonesia seperti mengutip Strait Times.

Pasien yang mungkin, menurut WHO, adalah pasien yang tes Covid-19 tidak meyakinkan atau yang tidak dapat dilakukan pengujian.

Insert Status Pasien Risiko Virus CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Insert Status Pasien Risiko Virus Corona

Rumah sakit yang merawat orang dengan Covid-19 mengatakan telah merevisi kriteria pemulangan pasien. Pasien yang dirawat tidak perlu lagi melakukan dua kali tes PCR secara berturut-turut hingga hasilnya dinyatakan negatif, seperti persyaratan sebelumnya.

"Jika diadopsi di seluruh negeri, prioritas tes PCR berarti meningkatkan diagnosis dugaan kasus Covid-19," ujar WHO.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan jika pemerintah hingga sejak 1 April hingga 12 Juli telah memeriksa sebanyak 621.087 orang dengan 23.310 spesimen. Dengan demikian secara kumulatif sampel yang telah diperiksa mencapai 1.380.988 spesimen.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mencatat saat ini masih melakukan pemantauan terhadap 14.515 pasien PDP dan 34.486 pasien ODP.

Indonesia saat ini menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara dan berada di urutan ke-26 dunia, menurut laporan Worldometers. Indonesia hingga saat ini memiliki 75.699 kasus dengan 3.606 kematian.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]