Klaster Baru Corona, Markas Marinir AS di Jepang Dilockdown

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 15:37 WIB
FORT BRAGG, NC - JANUARY 04: U.S. troops from the Army's 82nd Airborne Division wait at Green Ramp before they head out for a deployment to the Middle East on January 4, 2020 in Fort Bragg, North Carolina. Soldiers from the Immediate Response Force of the 82nd are part of the approximately 3,000 troops being deployed as tensions increase with Iran in the region after a U.S. airstrike killed top Iranian General Qasem Soleimani.   Andrew Craft/Getty Images/AFP Ilustrasi militer Amerika Serikat. (Andrew Craft/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua pangkalan Marinir Amerika Serikat di Okinawa, Jepang dilockdown setelah puluhan tentara terinfeksi virus corona. Lokasi itu menjadi klaster baru penyebaran virus corona di Jepang.

Ada puluhan ribu Marinir AS yang ditempatkan di pangkalan militer yang berada di selatan Jepang itu.

Seperti dikutip dari AFP, juru bicara pemerintah Yoshihide Suga pada Senin (13/7) mengatakan sebanyak 62 kasus Covid-19 terdeteksi di Pangkalan Udara Korps Marinir AS Futenma dan Camp Hansen.


Lonjakan infeksi memicu kekhawatiran pihak berwenang setempat, termasuk Gubernur Okinawa Denny Tamaki.

Hampir seluruh perjalanan di pangkalan dihentikan mulai hari Minggu, menurut pedoman yang diposting di halaman Facebook Marine Corps Installation Pacific.

Pergerakan di pangkalan juga dibatasi. Keluar masuk harus memerlukan izin, termasuk untuk urusan medis.

"Perintah berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut, membatasi akses dan operasi pangkalan ke personel penting," kata pasukan itu dalam postingan lainnya.

Seorang pejabat Okinawa mengatakan pihak prefektur telah diberitahu bahwa lockdown berlaku di Futenma dan Camp Hansen.

Dia menambahkan bahwa jumlah pasukan di pangkalan tidak diungkap karena alasan keamanan. Kehadiran militer AS di pulau itu menjadi titik perselisihan yang sudah berlangsung lama.

Pada Sabtu, Gubernur Tamaki mengaku terkejut dengan lonjakan kasus di pangkalan. "Saya menjadi ragu dengan langkah-langkah penanganan AS melawan infeksi corona," katanya kepada wartawan.

Tamaki juga telah meminta AS untuk menghentikan pengiriman pasukan ke wilayahnya sementara waktu. Hingga kini tidak diketahui dengan jelas dari pangkalan mana virus menyebar pertama kali.

Seorang pejabat pemerintah Okinawa mengatakan prefektur akan meminta pemerintah pusat dan pasukan AS untuk lebih cepat memberikan informasi mengenai kasus-kasus di kalangan militer .

Prefektur juga akan meminta pasukan AS dan keluarga mereka yang tiba di pangkalan untuk lebih memperhatikan aturan karantina.

Jepang hingga kini memiliki 21.502 kasus virus corona dan 982 kematian. Sedangkan di Okinawa sendiri terdapat sekitar 150 infeksi Covid-19.

Sementara AS masih menjadi negara dengan kasus virus corona terbanyak di dunia yakni 3.413.995 dan 137.782 kematian.

(dea)

[Gambas:Video CNN]