Sungai Yangtze Meluap Picu Banjir, 141 Warga China Tewas

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 21:00 WIB
ilustrasi banjir Ilustrasi banjir. (Istockphoto/ Gruizza)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak 141 orang di kawasan tengah dan selatan China dilaporkan meninggal atau hilang dalam banjir yang dipicu curah hujan tinggi selama satu bulan belakangan.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (13/7), banjir juga menyebabkan sekitar 28 ribu rumah di China rusak.

Banjir terjadi di sepanjang daerah yang dilalui Sungai Yangtze. Ketinggian air sungai meluap akibat curah hujan tertinggi dari yang terjadi pada setengah abad lalu.


Menurut Wakil Menteri Tanggap Darurat China, Zheng Guoguang, kawasan yang terdampak banjir termasuk Tibet dan Provinsi Otonomi Khusus Xinjiang.

"Sebanyak 38.73 juta penduduk dari 27 provinsi terdampak banjir. Nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar 86.16 miliar Yuan (setara Rp178 triliun). Lebih dari 2 juta penduduk dievakuasi dan 516 ribu hektare lahan pertanian tidak bisa dipanen," kata Zheng.

Kerugian itu diperkirakan akan semakin memperberat ekonomi China yang saat ini anjlok akibat dampak pandemi virus corona.

Provinsi Hubei yang juga dilalui oleh Sungai Yangtze juga terancam terendam banjir jika curah hujan masih tetap tinggi. Apalagi ibu kota Hubei, Wuhan, adalah pusat wabah virus corona.

Tim penyelamat dan evakuasi dari pemerintah saat ini sedang berkejaran dengan waktu untuk melakukan evakuasi penduduk dari kawasan bantaran kali. Mereka juga membuat tanggul darurat dan jalur aliran sungai alternatif untuk memecah volume sungai.

Menurut Zheng, ketinggian air di 433 anak sungai Yangtze sudah jauh melebihi batas maksimum.

Curah hujan tinggi juga membuat ketinggian air sejumlah sungai besar dan danau di China juga meningkat. Antara lain Sungai Kuning di kawasan utara, Sungai Zhujiang di daerah selatan dan Danau Taihu di sebelah barat Shanghai.

[Gambas:Video CNN]

Banjir juga membuat kegiatan ujian masuk perguruan tinggi di sejumlah kota di China terpaksa dijadwalkan ulang. Selain itu, sejumlah kawasan wisata juga sepi karena akses menuju lokasi terendam banjir.

Banjir besar di kawasan yang dilalui Sungai Yangtze akibat curah hujan ekstrem terakhir terjadi pada 1961 silam.

(Associated Press/ayp)