China Sesali RI Tangkap Kapal Ikan yang Diduga Aniaya ABK WNI

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 11:28 WIB
Crew of Fishermen Open Trawl Net with Caugth Fish on Board of Commercial Fishing Ship Ilustrasi kapal ikan China. (iStock. (photo/gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menyatakan penyesalan atas penangkapan dua kapal ikan asal Tiongkok oleh aparat Indonesia di perbatasan perairan RI-Singapura pada Kamis (9/7) lalu.

Kapal ikan Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 berbendera China ditangkap oleh aparat gabungan.

"Kami mengetahui peristiwa itu (soal penahanan kapal ikan oleh Indonesia). Kami menyatakan keprihatinan atas penangkapan kapal ikan China yang tengah berlayar secara normal di rute perdagangan internasional oleh pihak berwenang Indonesia tanpa pemberitahuan sebelumnya," kata juru bicara Kementerian China Zhao Lijian dalam jumpa pers di Beijing pada Jumat (10/7).


Tim Gabungan Polda Kepulauan Riau, TNI AL, BIN daerah Kepri, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, dan KPLP menangkap kedua kapal ikan China itu setelah mendapat laporan bahwa anak buah kapal (ABK) Indonesia diperlakukan tidak manusiawi.

Saat penangkapan berlangsung, tim gabungan menemukan seorang ABK meninggal dalam salah satu kapal. Jasad ABK WNI itu disebut bernama Hasan Apriyadi.

Polri masih menyelidiki dugaan penganiayaan dan perdagangan orang yang terjadi di atas kedua kapal itu. Sejauh ini, kepolisian Indonesia telah meringkus seorang mandor kapal ikan Lu Huang Yuan Yu 118, Song Chuanyun. Ia diduga terlibat penganiayaan ABK WNI tersebut.

Dalam jumpa pers itu, Zhao mengatakan China meminta Indonesia mengambil langkah konkret dan efektif untuk melindungi hak dan kepentingan sah kapal penangkap ikannya dan menangani masalah ini dengan tepat dan cepat.

"Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak Indonesia soal ini," ujar Zhao. Dia juga turut menyinggung soal penemuan jasad Hasan di atas kapal.

Zhao mengatakan perusahaan pemilik kapal ikan telah memberi tahu perusahaan perekrut soal ABK WNI tersebut dan berbicara dengan anggota keluarga.

"Perusahaan pemilik kapal itu mengatakan bahwa seorang ABK Indonesia yang ada di kapal sangat disayangkan meninggal dunia. Perusahaan telah memberi tahu perusahaan perekrut," ujar Zhao.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]