Protes Hagia Sophia Jadi Masjid, Warga Israel Kecam Turki

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 20:31 WIB
People walk towards the now closed Byzantine-era Hagia Sophia, one of Istanbul's main tourist attractions in the historic Sultanahmet district of Istanbul, Saturday, July 11, 2020. Turkey's President Recep Tayyip Erdogan formally reconverted Hagia Sophia into a mosque and declared it open for Muslim worship, hours after a high court annulled a 1934 decision that had made the religious landmark a museum.The decision sparked deep dismay among Orthodox Christians.  (AP Photo/Emrah Gurel) Pro kontra Hagia Sophia menjadi masjid. (AP/Emrah Gurel)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok warga Israel memprotes keputusan Turki mengembalikan situs bersejarah Hagia Sophia di Istanbul sebagai masjid. Massa membakar bendera Turki.

Pembakaran bendera itu dilakukan setidaknya sembilan warga Israel di depan kantor konsulat Turki di Yerusalem Timur, Seni (13/7) waktu setempat.

Sembilan Warga Israel itu tergabung dalam organisasi Jerusalem Initiative beranggotakan sekelompok umat Kristen dan Yahudi. Organisasi itu dipimpin anggota militer Israel, Elias Zarina.


Selain memprotes perubahan status Hagia Sophia, Zarina menuturkan kelompoknya juga mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendukung dan melindungi umat Kristen di seluruh dunia.

Kelompok itu turut mengibarkan bendera Yunani, Kekaisaran Bizantium, hingga slogan anti-Turki di depan gedung konsulat Turki tersebut.

Dikutip kantor berita Anadolu, kepolisian Israel tak lama menangkap seorang pemrotes yang membakar bendera Turki dalam demo tersebut.

Hagia Sophia dibangun pada tahun 537-1435 M. Di zaman Kekaisaran Byzantium,bangunan yang terkenal akan arsitektur dan kubah besarnya itu merupakan sebuah gereja.

Ketika Sultan Muhammad al Fatih (Mehmed II) merebut Konstantinopel (Istanbul) dari kekuasaan Kekaisaran Byzantium pada 1453, dia mengubah bangunan itu menjadi masjid.

Akan tetapi, pemerintah Turki di bawah kepemimpinan mendiang Presiden Mustafa Kemal yang beraliran nasionalis sekuler memutuskan menjadikan Hagia Sophia sebagai museum.

Upaya Turki untuk kembali memfungsikan Hagia Sophia menjadi masjid sebenarnya sudah dilakukan sejak 2005. Dua tahun lalu Mahkamah Konstitusional Turki sempat menolak usulan tersebut.

Namun, langkah tersebut benar-benar dilakukan Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada pekan lalu setelah Majelis Negara Turki membatalkan keputusan kabinet 1934 soal status situs bersejarah itu pada Jumat (10/7).

Langkah Turki tersebut memicu protes dari sejumlah negara hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena dinilai merusak nilai sejarah dan peradaban yang terkandung dalam Hagia Sophia.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]