China Tegaskan Inggris Hadapi Balasan karena Blokir Huawei

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 10:00 WIB
The Chinese national flag is seen on a flagpole in Beijing on August 8, 2016. 
Most of the five stars on the Chinese flags being used at medal ceremonies at the Rio Olympics are misaligned, officials said, prompting a diplomatic protest and online fury. / AFP PHOTO / STR Ilustrasi bendera China. (AFP PHOTO / STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menegaskan akan membalas Inggris atas keputusan memblokir teknologi jaringan 5G milik Huawei. Beijing mengatakan bahwa London telah menjadi korban penipuan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying menyatakan bahwa negaranya akan mengambil langkah tegas demi melindungi kepentingan perusahaan milik Tiongkok.

"China akan menindaklanjuti masalah ini, dan akan mengambil serangkaian tindakan untuk melindungi hak dan kepentingan perusahaan China yang sah," kata Hua Chunying pada briefing rutin, Rabu (15/7) seperti dikutip dari AFP.


"Setiap keputusan dan tindakan (yang diambil Inggris) ada harga yang harus dibayar,” kata Hua, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Beijing memperingatkan bahwa Inggris akan menghadapi konsekuensi. Kata dia perusahaan China akan berpikir dua kali untuk berinvestasi di sana.

"Ini adalah masalah yang secara serius mengancam keamanan investasi China di Inggris, dan juga pertanyaan apakah kita dapat mempercayai pasar Inggris untuk tetap terbuka, adil dan bebas dari diskriminasi," kata Hua.


"Kami juga telah mengingatkan semua perusahaan China untuk mementingkan peningkatan risiko keamanan politik yang mereka hadapi ketika melakukan bisnis di Inggris."

Hua menuduh Inggris bersekongkol dengan AS untuk mendiskriminasi, menekan dan menghapus Huawei.

Inggris mengumumkan memblokir teknologi jaringan 5G milik Huawei mengikuti jejak AS, meski ada peringatan aksi balasan dari Beijing.

Pemerintahan Boris Johnson memberlakukan larangan tersebut mulai 2021 dan berencana menghapus peralatan yang saat ini ada di pasaran pada akhir 2027 mendatang.

Keputusan yang diumumkan pada Selasa (14/7) itu mendapat pujian dari AS.


Kebijakan tersebut jadi angin segar bagi pemerintahan Donald Trump yang telah sejak lama mendesak sekutunya itu untuk mengenyahkan Huawei dari jaringan 5G.

AS berkeyakinan perusahaan China itu bisa menjadi ancaman keamanan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo bulan lalu menyatakan bahwa penolakan terhadap Huawei dipicu oleh kesadaran masyarakat internasional akan bahaya dari Partai Komunis China yang disebutnya sebagai rezim mata-mata (surveilans).


Departemen Pertahanan AS juga memasukkan Huawei dalam daftar perusahaan yang dibekingi oleh militer China.

Huawei memang telah menjadi isu penting dalam perang geopolitik antara China dan Amerika. AS bahkan meminta ekstradisi bos Huawei Meng Wanzhou yang dijerat kasus penipuan kepada Kanada.

(dea)

[Gambas:Video CNN]