Sidang Kasus TKI Diperkosa Pejabat Malaysia Terkatung-katung

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 21:26 WIB
Sidang pemeriksaan kasus pemerkosaan terhadap seorang WNI oleh seorang mantan pejabat Malaysia, Paul Yong Choo Kiong, terhambat proses banding. Ilustrasi pengadilan. (iStockphoto/Michał Chodyra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sidang pemeriksaan kasus pemerkosaan terhadap seorang warga Indonesia oleh seorang mantan pejabat Malaysia, Paul Yong Choo Kiong, sampai saat ini masih terkatung-katung akibat tersangka mengajukan banding.

Hakim di Malaysia dilaporkan masih menjadwalkan sidang dengar pendapat banding yang diajukan tersangka baru akan digelar pada Oktober mendatang.

Seperti dilansir MalayMail, Jumat (31/7), Hakim pada Pengadilan Ipoh, Perak, Hakim Azman Abu Hassan, menetapkan sidang dengar pendapat itu akan digelar pada 19 sampai 21 Oktober mendatang.


Dalam sidang itu jaksa penuntut umum yang bakal bertugas adalah Azhar Mokhtar. Sedangkan Yong didampingi kuasa hukum Datuk Rajpal Singh.

Jaksa Azhar meminta pengadilan untuk menetapkan tanggal sidang pemeriksaan, karena proses peradilan kasus tersebut sudah tertunda beberapa kali.

Di sisi lain, Rajpal yang mewakili Yong menyatakan mereka masih menunggu keputusan dari pengadilan federal supaya kasus itu disidangkan di pengadilan tinggi.

"Saat ini pengadilan tinggi dan pengadilan banding menolak kasus itu disidangkan di pengadilan tinggi. Kami lantas mengajukan banding ke pengadilan federal dan masih menunggu keputusan mayoritas. Ini akan segera lengkap," kata Rajpal.

Korban sampai saat ini dilaporkan masih di dalam perlindungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia.

Seperti dilansir Borneo Post, kasus ini terkuak setelah korban melapor ke polisi pada 23 Agustus 2019. Korban yang berusia 23 tahun mengatakan bahwa Yong yang merupakan majikan sekaligus anggota dewan Tronoh memperkosanya di rumah tempatnya bekerja di Desa Meru 2 nomor 52, Taman Desa Meru, Meru Raya.

Korban mengatakan peristiwa itu terjadi pada 7 Juli 2019 antara pukul 20.15 sampai 21.15 waktu setempat.

Setelah diselidiki, polisi menetapkan Yong sebagai tersangka. Pada 26 November 2019, Yong diajukan ke persidangan dan menyatakan tidak bersalah.

Akan tetapi, kubu Yong meminta supaya persidangan kasus itu dipindahkan dari pengadilan tingkat pertama.

Alhasil pada 5 Desember 2019, hakim menetapkan sidang seharusnya digelar pada 10 sampai 14 Februari lalu.

Pengadilan banding menolak permohonan Yong supaya kasus itu disidangkan di pengadilan tinggi pada 10 Februari lalu. Namun, sehari kemudian Yong kembali mengajukan permohonan supaya kasus itu disidangkan di pengadilan tinggi.

(Malay Mail, The Born/ayp)

[Gambas:Video CNN]