AS Hentikan Pencarian 8 Marinir di Tank Amfibi yang Tenggelam

CNN Indonesia | Senin, 03/08/2020 21:00 WIB
Militer AS menghentikan pencarian delapan marinir yang hilang dalam insiden tenggelamnya tank amfibi, mereka dianggap tewas. Ilustrasi latihan tempur di laut. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat memutuskan menghentikan pencarian delapan marinir yang hilang dalam insiden tenggelamnya tank amfibi di perairan lepas pantai California. Para prajurit yang masih hilang dianggap tewas.

Kendaraan tempur amfibi yang mengangkut 16 prajurit Angkatan Laut AS itu kecelakaan dan tenggelam saat melakukan latihan pada Kamis lalu.

"Dengan berat hati saya memutuskan mengakhiri upaya pencarian dan penyelamatan," kata komandan Unit Ekspedisi Marinir ke-15 Kolonel Christopher Bronzi, Minggu (2/8) seperti dikutip dari AFP.


Operasi penyelamatan itu dihentikan setelah tim melakukan pencarian pencarian selama 40 jam. Mereka mengerahkan helikopter, dan sejumlah kapal untuk menyusuri hingga lebih dari 1.000 mil laut persegi.

Dari 16 personel yang menaiki tank, hingga kini baru delapan yang berhasil ditemukan dengan satu meninggal, dan dua lainnya dalam kondisi kritis.

Bronzi mengatakan saat ini mereka fokus mencari jasad anggota marinir yang masih hilang tersebut.

Kecelakaan itu terjadi saat Unit Ekspedisi Marinir ke-15 menggelar latihan rutin di wilayah Pulau San Clemente, di Samudra Pasifik.

Tank amfibi seberat 26 ton dan berlapis baja itu dirancang untuk mengangkut pasukan dari kapal menuju pantai. Saat insiden terjadi, tank baru kembali ke kapal dari pulau yang biasa digunakan untuk latihan militer itu.

Tank kemudian tenggelam beberapa ratus kaki air di dalam laut, yang lokasinya sulit dijangkau oleh penyelam.

(dea/dea)

[Gambas:Video CNN]