Israel hingga Iran Tawarkan Bantuan ke Libanon Usai Ledakan

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 08:39 WIB
Israel, Prancis dan Iran menawarkan bantuan kemanusiaan ke Libanon usai ledakan di ibu kota Beirut menewaskan puluhan orang. Kepulan asap akibat ledakan di pelabuhan Libanon. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

IsraelIran hingga Prancis menyatakan siap mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Libanon yang diguncang ledakan besar di ibu kota Beirut.

Pernyataan itu disampaikan ileh Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz. 

"Atas perintah Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, Israel mencoba menawarkan bantuan kemanusiaan dan medis melalui saluran diplomatik dan pertahanan," cuit Gantz melalui akun Twitter, seperti dilansir Associated Press, Rabu (5/8).


Seorang pejabat Israel yang enggan disebut namanya menyatakan mereka tidak terlibat ledakan itu. Dia meminta identitasnya tidak disebut karena mereka dilarang berbicara dengan wartawan asing.

Israel belum lama ini memang kembali terlibat kontak senjata dengan milisi Syiah, Hizbullah, di perbatasan Libanon.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga menyatakan sudah mengirim bantuan untuk Libanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Muhammad Javad Zarif, menyatakan turut berduka atas kejadian itu dan menyatakan mereka akan mengirim bantuan.

"Tetaplah kuat, Libanon," cuit Zarif melalui Twitter.

Hizbullah adalah sekutu Iran di Libanon. 

Sampai saat ini jumlah korban meninggal akibat ledakan di pelabuhan Beirut Libanon dilaporkan mencapai lebih dari 70 orang. Sedangkan korban luka sekitar 3.000 orang.

Ledakan juga memicu gempa lokal dengan magnitudo 3.5.

Menurut Kepala Badan Keamanan Libanon, Mayjen. Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan lebih dari 2.000 ton amonium nitrat yang berdaya ledak tinggi. Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.

Ledakan itu kembali mengingatkan penduduk Libanon terhadap kenangan kelam perang saudara pada 1975 sampai 1990-an. Saat itu ledakan terjadi nyaris setiap hari.

Hizbullah dan Israel juga masih bertikai sejak 1985 sampai hari ini.

Insiden ledakan ini juga terjadi tiga hari menjelang sidang vonis terhadap empat anggota Hizbullah yang terlibat pembunuhan mendiang perdana menteri Rafik Hariri pada 2005 silam.

Saat itu Rafik, yang merupakan ayah mantan perdana menteri Saad Hariri, meninggal saat iring-iringannya yang melintas di Beirut terkena ledakan bom yang disimpan di dalam sebuah truk.

(Associated Press/ayp)

[Gambas:Video CNN]