Kemenlu Sebut 1 WNI Terluka Akibat Ledakan di Libanon

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 07:20 WIB
Seorang warga Indonesia dilaporkan menjadi korban luka akibat peristiwa ledakan di pelabuhan Beirut, Libanon. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah. (Dok. Kemlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga Indonesia dilaporkan menjadi korban luka akibat peristiwa ledakan di pelabuhan Beirut, Libanon.

"Ada 1 WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE)," tulis Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, melalui pesan WhatsApp kepada CNNIndonesia.com, Rabu (5/8).

Faizasyah mengatakan WNI itu sudah dikontak oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.


"Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter RS dan sudah kembali ke apartemennya di Beirut," lanjut Faizasyah.

Selain itu, menurut Faizasyah secara umum kondisi WNI di Libanon dalam kondisi baik pasca ledakan.

Sampai saat ini jumlah korban meninggal akibat ledakan di pelabuhan Beirut Libanon dilaporkan mencapai lebih dari 70 orang, dan melukai sekitar 3.000 orang.

Ledakan juga memicu gempa lokal dengan magnitudo 3.5.

Menurut Kepala Badan Keamanan Libanon, Abbas Ibrahim, ledakan itu diduga kuat berasal dari sebuah gudang yang menyimpan bahan amonium nitrat yang berdaya ledak tinggi. Bahan kimia itu disita dari sebuah kapal beberapa tahun lalu.

Menurut pakar bahan peledak, Boaz Hayoun, diduga ledakan itu dipicu oleh kembang api. Dia mengatakan hal itu berdasarkan analisis rekaman video.

"Sebelum ledakan, di tengah titik ledakan, terlihat percikan dan terdengar suara seperti popcorn dan terdengar siulan. Itu mirip kembang api," kata Hayoun.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]