Ledakan Beirut Merusak Sejumlah Kedutaan Asing, KBRI Aman

AFP, The Sydney Morning Herald, CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 09:05 WIB
Sejumlah kantor kedutaan besar di Beirut, Libanon, dilaporkan rusak akibat dampak ledakan besar yang terjadi pada Selasa (4/8). Asap dan kondisi usai ledakan di pelabuhan Beirut, Libanon. (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kantor kedutaan besar di Beirut, Libanon, dilaporkan rusak akibat dampak ledakan besar yang terjadi pada Selasa (4/8) petang waktu setempat.

Setidaknya lebih dari 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Pemerintah Libanon menyatakan ada kemungkinan korban tewas dan terluka bertambah karena proses evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Jerman menuturkan kedutaan besar mereka yang terletak tak jauh dari pelabuhan Beirut dan dekat lokasi ledakan mengalami kerusakan.


"Namun, tingkat kerusakan belum dapat dipastikan saat ini," ujar Kemlu Jerman melalui pernyataan pada Rabu (5/8).

Kemlu Jerman mengatakan staf kedutaannya juga terluka akibat ledakan.

"Korban terluka termasuk staf kedutaan. Saat ini kami belum bisa memastikan apakah ada warga Jerman yang tewas dan terluka akibat ledakan," kata Kemlu Jerman seperti dilansir AFP, Rabu (5/8).

Bangunan Kedubes Australia di Beirut juga mengalami kerusakan cukup parah akibat ledakan. Surat kabar The Sydney Morning Herald melaporkan 95 persen kaca gedung Kedubes Australia pecah akibat ledakan.

Gedung Kedubes Australia terletak kurang lebih 3,6 kilometer dari lokasi ledakan di pelabuhan Beirut. Sementara itu, guncangan ledakan terasa hingga puluhan kilometer yang setara seperti gempa bumi magnitudo 3,3.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari lokasi ledakan.

Beberapa staf Kedubes Australia juga ikut terluka terkena pecahan kaca. Namun, sejauh ini, tidak ada staf kedutaan yang mengalami luka parah.

Sejauh ini, Australia mengumumkan satu orang warganya tewas akibat ledakan. Saat ini, pihak kedutaan di Beirut masih mencari informasi mengenai potensi WN Australia lainnya yang menjadi korban ledakan.

Selain Jerman dan Australia, sejumlah kedubes asing seperti Kedubes Belgia, Kedubes Norwegia, Kedubes Argentina, Kedubes Austria, dan Kedubes Republik Siprus berada sangat dekat dengan lokasi ledakan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, memaparkan Kedubes Indonesia di Beirut dalam keadaan aman dan tidak terdampak ledakan. Sebab, lokasinya berada tujuh kilometer dari lokasi kejadian.

Namun, Faizasyah menuturkan sejauh ini terdapat laporan satu orang WNI berinisial NNE terluka akibat ledakan dan telah dirawat di rumah sakit.

"Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI Beirut sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan," kata juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.

Faizasyah menuturkan WNI tersebut dalam kondisi stabil.

"Yang bersangkutan sudah dirawat oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartemennya di Beirut," ujar Faizasyah.

(rds/ayp)

[Gambas:Video CNN]