Kasus Corona India Capai 2 Juta, Produksi Vaksin Digenjot

CNN Indonesia | Jumat, 07/08/2020 18:30 WIB
Jumlah kasus positif Covid-19 di India mencapai 2.027.074 pasien. Ilustrasi pemeriksaan virus corona di India. (AP/Rafiq Maqbool)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus positif virus corona di India dilaporkan sudah melewati 2 juta orang, dan membuat sejumlah lembaga penelitian di negara itu semakin bergegas untuk bisa menemukan vaksin Covid-19.

Seperti dikutip dari situs Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Jumat (7/8), jumlah kasus positif Covid-19 di India mencapai 2.027.074 pasien.

Dari jumlah itu, pasien yang meninggal mencapai 41.585 orang.


Jumlah kasus Covid-19 di India adalah yang terbesar ketiga Amerika Serikat dan Brasil.

Jumlah kasus positif di India melonjak setelah pemerintah setempat melonggarkan penguncian wilayah (lockdown) dan sejumlah larangan yang diterapkan selama satu bulan lebih.

Pertumbuhan ekonomi India pun diperkirakan akan negatif sepanjang 2020 akibat virus corona.

Meski kehidupan mulai berdenyut lagi di kota-kota besar India seperti New Delhi dan Mumbai, sejumlah negara bagian memutuskan menerapkan kembali lockdown setelah terjadi lonjakan kasus.

Akibat kondisi tersebut, perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia yang terletak di Pune, Serum Institute, dilaporkan menggenjot kapasitas produksi. Mereka memproduksi vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AstraZeneca dan Universitas Oxford, Inggris.

AstraZeneca dan Oxford menggelar uji coba tahap dua vaksin di India dan Inggris. Sedangkan uji tahap tiga digelar di Brasil dan Afrika Selatan.

Sampai saat ini menjadi lokasi uji coba vaksin Covid-19 terhadap manusia. Salah satu perusahaan yang selesai menjalani uji vaksin corona tahap pertama di India adalah Zydus Cadila. Kegiatan itu digelar pada Kamis kemarin.

Para peneliti berharap vaksin yang diteliti oleh ilmuwan Oxford sudah bisa diproduksi massal pada Oktober mendatang.

Insert Artikel - Waspada Virus Corona
(Associated Press/ayp)

[Gambas:Video CNN]