Australia Tangkap 2 Orang yang Akan Protes Lockdown Melbourne

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 02:11 WIB
Polisi Australia menangkap dua orang yang dicurigai merencanakan aksi protes menentang pemberlakuan lockdown kota Melbourne. Suasana Melbourne saat diberlakukan lockdown. (AFP/WILLIAM WEST).
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Australia menangkap dua orang yang dicurigai merencanakan aksi protes pemberlakuan lockdown virus corona di Melbourne. Penangkapan dilakukan terhadap dua pria berusia 40-an tahun pada Jumat (7/8).

Ponsel dan komputer milik kedua pria tersebut ditahan sebagai barang bukti upaya penghasutan tindak pidana. Pihak berwenang mengatakan rencana untuk menggelar protes anti-lockdown disebut bisa membahayakan nyawa.

Polisi kepada AFP mengatakan, keduanya ditangkap setelah penyelidikan mengungkap rencana protes yang akan digelar pada Minggu (9/8) di pusat kota Melbourne dengan melibatkan ratusan orang.


Rencana pertemuan massal merupakan pelanggaran di tengah aturan lockdown yang berlaku mulai Kamis (6/8) di Melbourne. Warga dilarang melakukan pertemuan massal dan keluar rumah, kecuali untuk bekerja, berolahraga, atau membeli keperluan pokok selama lockdown.

Kepolisian negara bagian Victoria sebelumnya menegaskan untuk menindak siapa pun yang melanggar aturan lockdown.

Dalam 24 jam terakhir, polisi telah mengeluarkan 196 denda, dengan berbagai pelanggaran termasuk tidak mengenakan masker hingga melanggar jam malam.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Insert Artikel - Waspada Virus Corona

Larangan untuk melakukan pertemuan massal sempat memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian memprotes aturan tersebut karena dianggap membatasi kebebasan berbicara warga, tetapi di sisi lain hal itu bisa membahayakan kesehatan yang menjadi prioritas bersama.

Sebuah laman Facebook yang berisi rencana untuk menggelar aksi protes aturan lockdown telah dihapus pemerintah. Laman tersebut menyuarakan protes terhadap penutupan paksa bisnis skala kecil hingga keharusan mengenakan masker.

[Gambas:Video CNN]

Hingga Jumat, Victoria mencatat 450 kasus baru infeksi virus corona. Jumlah ini relatif menurun dari dari rekor sebelumnya sebanyak 725 penularan baru pada Rabu (5/8) lalu.

Untuk menertibkan warga saat karantina, Departemen Pertahanan Australia akan mengerahkan 50 pasukan ke Melbourne. Para pasukan dikerahkan untuk membantu 300 petugas dari departemen kesehatan saat mengawasi warga yang dikarantina.

Selain menambah pasukan untuk mengawasi karantina, Andrews juga mengumumkan pemberlakuan denda bagi warga yang nekat keluar rumah dan pemberlakuan jam malam. Orang yang nekat keluar saat karantina akan didenda hingga 14.290 dolar Australia (sekitar Rp151 juta) dan menghadapi hukuman di persidangan.

Kepala Kepolisian Victoria, Lisa Neville juga memperingatkan bahwa polisi akan berpatroli untuk memastikan warga tidak melanggar aturan jam malam.

Jam malam akan diberlakukan mulai Minggu (9/8) hingga 13 September. Orang-orang dilarang bepergian dengan jarak lebih dari 5 km dari rumah dan harus berada di rumah mulai pukul 8 malam hingga 5 September.

(evn/evn)