Bertambah, Korban Tewas Pesawat Terbelah 2 di India 17 Orang

CNN Indonesia | Sabtu, 08/08/2020 05:17 WIB
Jumlah korban tewas akibat pesawat maskapai Air India Express tergelincir di Bandara Calicut, Kerala, India, pada Jumat (7/8) terus bertambah. Jumlah korban tewas akibat pesawat maskapai Air India Express tergelincir di Bandara Calicut, Kerala, India, pada Jumat (7/8) terus bertambah. (AP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah korban tewas karena pesawat maskapai Air India Express tergelincir di Bandara Calicut (Kozhikode), Kerala, India pada Jumat (7/8) malam terus bertambah hingga 17 orang.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA), pesawat yang mengangkut 191 orang itu jatuh ke lembah dan patah menjadi dua bagian setelah tergelincir sekitar 10 meter di ujung landasan pacu.

Dilansir AFP, Sabtu (8/8), jumlah korban tewas bisa meningkat mengingat lebih dari 100 orang terluka. Sebanyak 15 di antaranya dalam kondisi kritis.


Sesuai daftar pasien yang dilihat AFP, di antara korban tewas termasuk bayi berumur 10 bulan dan balita berusia 1,5 tahun.

Kemudian, korban yang meninggal lainnya adalah Deepak Santhe, salah satu pilot pesawat nahas itu.

Petugas senior kepolisian lokal Abdul Karim menyatakan kepada AFP, kelimabelas korban kritis tengah di rawat di rumah sakit.

Media lokal yang mengutip data dari situs pelacakan penerbangan mencatat pesawat berusaha mendarat dua kali.

Saat diwawancara oleh stasiun TV setempat, para korban yang selamat menyebut pesawat naik dan turun berkali-kali sebelum mendarat di tengah hujan.

Petugas penyelamat dan warga segera ke lokasi kejadian untuk membantu penumpang keluar dari pesawat.

Perdana Menteri India Narendra Modi ikut berduka atas kecelakaan tersebut.

"Sangat sedih atas kecelakaan pesawat di Kozikhode. Turut berduka cita kepada mereka yang ditinggalkan orang tercinta. Untuk mereka yang terluka semoga dapat segera pulih," ujar Modi melalui akun Twitter @narendramodi.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]