Virus Corona Telah Menewaskan 729 Ribu Jiwa di Dunia

CNN Indonesia | Minggu, 09/08/2020 18:16 WIB
Jumlah kasus infeksi virus corona di penjuru dunia hingga Minggu (9/8) telah mencapai 19.804.408 jiwa. Instalasi pemakaman bentuk protes penanganan virus corona di Brasil. (AP/Leo Correa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus infeksi virus corona di penjuru dunia hingga Minggu (9/8) telah mencapai 19.804.408 jiwa. Berdasarkan data statistik Worldometers, pasien yang telah meninggal dunia akibat virus COVID-19 tercatat sebanyak 729.586 jiwa.

Sementara itu, pasien yang telah sembuh hingga kini tercatat berjumlah 12.721.186 jiwa.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia, dengan total 5.149.723 kasus.

Di Negara Paman Sam, sebanyak 165.070 jiwa telah meninggal dunia, dan sebanyak 2.638.470 jiwa dinyatakan sembuh.

Brasil menyusul di bawah AS, dengan total 3.013.369 kasus.


Di Negara Samba, sebanyak 100.543 jiwa telah meninggal dunia, dan sebanyak 2.094.293 jiwa telah dinyatakan sembuh.

India menempati posisi ketiga dengan total 2.152.020 kasus.

Sebanyak 43.453 jiwa telah meninggal dunia, dan sebanyak 1.479.804 jiwa telah dinyatakan sembuh.

Lima besar negara dengan jumlah kematian tertinggi saat ini ialah AS, Brasil, Meksiko, Inggris, dan India.

Di Timur Tengah, Iran menjadi negara tertinggi kasus virus corona dengan catatan 324.692 kasus, 18.264 kematian, dan 282.122 kesembuhan.

Sementara di Asia Tenggara, Filipina menjadi negara tertinggi dengan total 126.885 kasus, 2.209 kematian, dan 67.117 kesembuhan.

Indonesia, yang berada di peringkat ke-23 dalam kategori jumlah kasus sedunia, berada tepat di bawah Filipina dengan 123.503 kasus, 5.658 kematian, dan 79.306 kesembuhan.

Kasus kematian akibat virus corona di Indonesia masih di bawah Swedia dan masih di atas Irak.

Sementara untuk kasus kesembuhan, Indonesia masih berada di bawah Prancis dan masih di atas China.

Virus corona merebak pertama kali pada akhir 2019 di kota Wuhan, China.

Diduga virus berasal dari hewan lalu menular kepada manusia. Virus itu kemudian menyebar ke penjuru negeri dan bahkan lintas negara.

Sejauh ini vaksin dinilai sebagai cara paling efektif untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

(ans/ard)

[Gambas:Video CNN]