Warga AS Aniaya Polisi Rusia saat Mabuk Divonis 9 Tahun Bui

AFP, CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 18:12 WIB
Pengadilan Rusia menghukum mantan anggota Korps Marinir AS, Trevor Reed, dengan sembilan tahun penjara karena menyerang dua polisi saat mabuk. Ilustrasi pengadilan. Pengadilan Rusia menghukum mantan anggota Korps Marinir AS, Trevor Reed, dengan sembilan tahun penjara karena menyerang dua polisi saat mabuk. (iStockphoto/Zolnierek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Rusia pada Kamis (30/7) menghukum mantan anggota Korps Marinir Angkatan Laut Amerika Serikat, Trevor Reed, dengan sembilan tahun penjara karena menyerang dua petugas polisi saat mabuk pada tahun lalu.

Reed adalah seorang pelajar berusia 29 tahun dan mantan marinir dari Texas. Dia menyerang polisi setelah menghadiri sebuah pesta di Moskow.

Dilansir dari AFP, Senin (10/8), Reed muncul di ruang sidang dengan menggunakan masker ketika hakim membacakan putusan bersalah. Putusan itu menyebutkan bahwa petugas polisi yang diserang mengalami "cedera mental dan fisik".


"Ini benar-benar kasus politik. Saya akan meminta dukungan politik dari pemerintah saya," ujar Reed kepada wartawan seusai putusan.

Kasus tersebut telah menarik perhatian para diplomat AS di Rusia. Duta Besar AS untuk Rusia, John Sullivan, mengatakan dia mengikuti proses bersama persidangan warga AS lainnya yang ditahan di Rusia.

Reed ditahan di penjara Moskow dalam penahanan pra-sidang sejak Agustus 2019. Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan itu dan tidak mengingat apapun tentang insiden tersebut.

Keluarga Reed juga memperingatkan adanya penyimpangan dalam persidangan dan mengatakan bahwa permintaan jaksa penuntut untuk menghukum Reed selama hampir sepuluh tahun adalah hal yang tidak adil.

Ayah Reed, Joey, mengatakan kepada wartawan bahwa dia berencana mengajukan banding langsung kepada Presiden Vladimir Putin atas persidangan yang disebutnya "benar-benar korup".

"Kami tidak memperdebatkan hukum Rusia, kami berdebat tentang bagaimana hukum Rusia diterapkan," ujarnya.

Kasus Reed menarik perhatian karena hukuman panjang yang dihadapinya sebagai warga AS, Reed juga memunculkan spekulasi di media Rusia dan AS bahwa dia dapat menjadi bagian dari pertukaran tahanan.

Rusia menghukum warga negara AS, Paul Whelan, yang juga mantan marinir selama 16 tahun penjara dengan tuduhan spionase. Hal ini memicu spekulasi bahwa dia dapat berpartisipasi dalam pertukaran tahanan.

Saudara laki-laki Whelan, David, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "keluarga kami tidak mengetahui rahasia diskusi pemerintah".

Sullivan menyuarakan keprihatinannya atas kasus Michael Calvey, seorang investor terkenal Amerika yang ditangkap tahun lalu karena diduga menipu bank Rusia.

(ans/ayp)

[Gambas:Video CNN]