China Sebut Taipan Pro-Demokrasi Hong Kong Membahayakan

Xinhua, CNN Indonesia | Selasa, 11/08/2020 08:37 WIB
China mendukung penangkapan taipan media pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai yang dianggap bisa membahayakan keamanan nasional dan harus disingkirkan. Taipan media sekaligus tokoh pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai ditangkap pada Senin (10/8). (Foto: AFP/VERNON YUEN)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mendukung penangkapan taipan media pro-demokrasi Hong KongJimmy Lai oleh petugas keamanan. Juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau China mengatakan Lai perlu dijatuhi hukuman berat karena berkolusi dengan kekuatan asing.

Lai dianggap sebagai perwakilan orang-orang "anti-China" yang membahayakan keamanan nasional.

Lai dan aktivis pro-demokrasi Hong Kong lainnya dinilai sebagai bahaya yang harus disingkirkan untuk mewujudkan perdamaian di daerah otonom China.


"Dia dengan sombong meminta orang-orang untuk berjuang bagi Amerika Serikat, berpartisipasi dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pemicu serangkaian protes ilegal," kata juru bicara itu seperti mengutip Xinhua.

Juru bicara yang sama juga menyebut Lai mendanai gerakan pro-kemerdekaan dan menggunakan media miliknya untuk menyebarkan rumor dan memicu kekerasan.

Sekitar 100 polisi menggerebek kantor surat kabar Apple Daily tak lama setelah menangkap Lai di rumahnya pada Senin (10/8). Sejumlah jurnalis yang bekerja di surat kabar milik Lai tersebut mengunggah cuplikan dramatis kedatangan polisi melalui media sosial.

Pemimpin surat kabar Apple Daily, Law Wai-kwong terlihat menuntut surat perintah penggeledahan dari aparat kepolisian.

"Beritahu kolega Anda untuk tidak berbicara sampai pengacara kami memeriksa surat perintah itu," ujar Law dalam cuplikan tersebut seperti dilansir dari AFP.

Dalam pernyataannya, polisi mengatakan penggeledahan itu dilakukan atas surat perintah pengadilan. Menurut keterangan mereka, surat itu ditujukan kepada semua staf.

Jimmy Lai termasuk di antara tujuh orang yang ditangkap di bawah undang-undang keamanan nasional di Hong Kong yang diberlakukan China pada awal Juli atas tuduhan melakukan kolusi dengan kekuatan asing.



"Mereka menangkapnya di rumahnya sekitar pukul 7 pagi," kata Mark Simon, seorang kolega dekat Lai kepada AFP.


Penangkapan Jimmy Lai merupakan yang pertama kali dilakukan sejak pemberlakuan undang-undang kontroversial tersebut pada awal Juli lalu. Apple Daily dan Next Magazine merupakan media milik Lai yang kerap menyuarakan kritik atas kebijakan pemerintah China.

(evn)

[Gambas:Video CNN]