Wilayah Utara Australia Ditutup hingga 2022 demi Cegah Corona

CNN Indonesia | Rabu, 12/08/2020 20:18 WIB
Wilayah Utara Australia akan ditutup bagi pengunjung selama 18 bulan atau hingga 2022 untuk melindungi penduduk dari penyebaran virus corona. Ilustrasi pandemi virus corona di Australia. (AFP/WILLIAM WEST)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wilayah Utara Australia akan ditutup bagi pengunjung selama 18 bulan atau hingga 2022 untuk melindungi penduduk dari penyebaran virus corona.

Demikian disampaikan pihak berwenang setempat, Selasa (11/8)

Dilansir dari AFP, menurut angka pemerintah, Wilayah Utara Australia berpenduduk 250 ribu orang yang 30 persen di antaranya adalah suku Aborigin.
 



"Kami akan mengendalikan perbatasan secara ketat setidaknya selama 18 bulan ke depan," ujar Ketua Menteri Northern Territory, Michael Gunner kepada lembaga penyiaran publik, ABC.
 
"Inilah yang menurut saya perlu dilakukan untuk memastikan beberapa orang yang paling rentan di dunia tetap aman," ujarnya.
 


Penduduk asli Australia dianggap lebih berisiko terhadap penyakit seperti Covid-19 karena faktor sosial ekonomi dan budaya yang mempengaruhi akses ke perawatan medis dan kesehatan.
 
Banyak kelompok Aborigin khawatir virus itu dapat menyebar melalui komunitas adat terpencil di mana layanan perawatan kesehatan masih terbatas.
 


Wilayah Utara sendiri mencatat sedikit kasus virus corona dan tidak ada kematian sejak awal pandemi.
 
Hingga saat ini, Australia mencatat hampir 22 ribu kasus dan 332 kematian akibat Covid-19. Negara itu juga menutup perbatasan internasionalnya tanpa batas waktu yang ditentukan.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]