Kanada Bakal Uji Terbang Boeing 737 Max Bulan Ini

CNN Indonesia | Sabtu, 22/08/2020 09:27 WIB
Transport Canada akan menggelar uji terbang pesawat Boeing 737 Max pada bulan ini. Seri 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 lalu. Transport Canada akan menggelar uji terbang pesawat Boeing 737 Max pada bulan ini. Seri 737 Max dilarang terbang sejak Maret 2019 lalu. Ilustrasi. (Joe Raedle/Getty Images/AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Transportasi Kanada (Transport Canada) menyatakan akan melakukan uji coba penerbangan terhadap pesawat Boeing 737 MAX.

Dalam pernyataan yang dilansir dari AFP, Transport Canada menyatakan akan melakukan uji coba penerbangan di wilayah udara AS pada pekan keempat Agustus, sekitar 24 Agustus 2020.

Staf Transport Canada juga akan melakukan uji simulator penerbangan pada fasilitas Boeing di Seattle, Washington.


"Transport Canada tetap berkomitmen untuk menjamin larangan penerbangan di Kanada tetap berlaku hingga departemen terkait puas bahwa pabrik dan FAA telah menyelesaikan persoalan keselamatan dan persyaratan pelatihan untuk kru penerbangan sudah ditetapkan," ujar Trasport Canada.

Boeing terus berupaya agar seri 737 MAX dapat tersertifikasi untuk terbang lagi dengan uji coba penerbangan pada akhir Juni lalu. Namun, regulator belum memberikan lampu hijau.

Pada awal Agustus,  regulator penerbangan sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/ FAA) membeberkan daftar rekomendasi sejumlah perubahan yang perlu dilakukan Boeing 737 MAX untuk bisa terbang kembali.

Sebagai informasi, pesawat seri 737 MAX dilarang terbang sejak Maret 2019 setelah kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 penumpang dan awak.

Kecelakaan itu terjadi beberapa bulan setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT610, yang menggunakan armada sama, di Laut Jawa pada Oktober 2018 lalu. Peristiwa nahas itu menewaskan 189 orang.

Biang keladi kedua kecelakaan diduga karena anti stall system (sistem untuk mencegah kegagalan mesin) seri 737 MAX.

Selain itu, penyebab kecelakaan juga diduga karena malfungsi lain, termasuk permasalahan kabel, yang terdeteksi dalam proses modifikasi pesawat.Berdasarkan audit internal yang dilakukan Boeing berdasarkan permintaan FAA , dua bundel kabel yang terlalu dekat disebut berpotensi menyebabkan korsleting. 

(afp/sfr)