Museum Auschwitz Kritik Parodi Korban Holocaust di TikTok

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 20:17 WIB
Museum Kamp Konsentrasi Yahudi Auschwitz-Birkenau di Polandia menyebut tren parodi korban Holocaust di TikTok menyakitkan dan menyinggung. Museum Kamp Konsentrasi Yahudi Auschwitz-Birkenau di kota Oświęcim, Polandia. Mereka mengkritik tren parodi korban Holocaust di TikTok (Dok. auschwitz.org)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengelola Museum Kamp Konsentrasi Yahudi Auschwitz-Birkenau di kota Oświęcim, Polandia, menyebut tren baru pengguna media sosial TikTok yang membuat video memerankan korban Holocaust, sebagai tindakan yang "menyakitkan dan menyinggung".

Museum yang berlokasi di bekas kamp yang didirikan Nazi-Jerman itu menanggapi video yang sedang tren dengan berpura-pura menjadi korban Perang Dunia II di TikTok.

"Tren (menirukan) 'korban' di TikTok bisa menyakitkan dan menyinggung. Beberapa video sangat dekat atau sudah berada di luar batas trivialisasi sejarah," tulis Museum Auschwitz di Twitter.


"Beberapa (video) tidak dibuat untuk mengenang siapa pun, tapi menjadi bagian dari tren daring. Ini sangat menyakitkan," tambah mereka.

Dilansir AFP, Jumat (28/8), pihak museum menambahkan bahwa mereka tidak ingin mempermalukan kaum muda yang terlibat membuat video parodi korban Holocaust di TikTok.

"Tapi kita harus membahas ini bukan untuk mempermalukan dan menyerang anak muda yang motivasinya sangat beragam. Ini merupakan tantangan pendidikan," tambahnya.

Video klip pendek yang dimaksud menampilkan para pemuda yang menceritakan bagaimana mereka meninggal dalam Holocaust, dan di beberapa kesempatan, terkadang mereka memperlihatkan luka memar palsu, pakaian narapidana bergaris, atau salah tanda bintang segi enam kuning yang digunakan oleh Nazi untuk menandai pakaian tahanan Yahudi.

Nazi Jerman mendirikan kamp itu saat menduduki Polandia selama Perang Dunia II.

Situs Holocaust telah menjadi simbol pembantaian terhadap enam juta orang Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman. Diperkirakan ada satu juta etnis Yahudi terbunuh di kamp tersebut antara 1940 sampai 1945.

Menurut museum tersebut, lebih dari seratus ribu orang non-Yahudi juga tewas di sana. Diperkirakan 232 ribu korban di antaranya adalah anak-anak.

(ans/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK