Vietnam Kembali Buka Penerbangan Internasional Terbatas

Associated Press, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 01:25 WIB
Pemerintah Vietnam akan kembali membuka penerbangan internasional terbatas ke enam negara Asia mulai Jumat (18/9) mendatang. Ilustrasi. Pemerintah Vietnam akan kembali membuka penerbangan internasional terbatas ke enam negara Asia mulai Jumat (18/9) mendatang. (Istockphoto/ShutterOK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Vietnam akan kembali membuka penerbangan internasional ke enam negara Asia mulai Jumat (18/9) mendatang, setelah ditutup selama beberapa bulan demi mencegah masuknya wabah virus corona (Covid-19).

Melansir Associated Press, Rabu (16/9), penerbangan tersebut terbatas bagi warga negara Vietnam, diplomat, ahli, manajer, pekerja terampil, investor, dan keluarga mereka. Sedangkan untuk saat ini mereka belum menerima kedatangan wisatawan asing.

Menurut laporan yang dipublikasikan di situs daring pemerintah, penerbangan yang menghubungkan dua kota terbesar Vietnam, Hanoi dan Ho Chi Minh, ke tujuan di Korea Selatan, Jepang, China, dan Taiwan akan beroperasi setiap pekan.


Sementara penerbangan yang menghubungkan kota-kota Vietnam dengan Kamboja dan Laos akan dilanjutkan pekan depannya.

Untuk bisa naik ke pesawat, penumpang harus memiliki sertifikat yang menunjukkan bahwa mereka telah dinyatakan negatif virus corona tidak lebih dari lima hari sebelum tanggal keberangkatan. Setelah tiba, penumpang juga akan dikarantina terlebih dulu.

Pemerintah Vietnam telah menutup penerbangan internasional pada 1 April 2020. Akibat penutupan tersebut maskapai nasional Vietnam Airlines memperkirakan bulan lalu akan kehilangan pendapatan sebesar USD650 juta pada 2020.

Vietnam adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang dipuji oleh beberapa pihak karena kesigapan menangani pandemi Covid-19. Sebagai bukti dalam dua bulan terakhir tercatat tidak ada angka kematian karena virus corona di negara ini.

Sementara itu melansir dari Worldometer, jumlah kasus positif corona di Vietnam secara kumulatif mencapai 1.063 orang, dengan total kematian akibat virus itu 35 pasien, dan 931 orang berhasil pulih.

(ndn/ayp)

[Gambas:Video CNN]