Asap Karhutla California Picu Kualitas Udara Berbahaya

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 17/09/2020 02:25 WIB
Asap kebakaran hutan yang terjadi di California memicu kualitas udara buruk hingga ke beberapa kota besar di AS. Langit merah akibat kebakaran hutan di California, AS. (Foto: AP/Eric Risberg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asap kebakaran hutan California, Amerika Serikat picu kualitas udara berbahaya di beberapa kota besar, termasuk Portland, Oregon, Vancouver, dan San Fransisco. Hal itu terjadi karena sistem tekanan udara yang kuat sehingga asap terjebak di sepanjang bagian barat Amerika Utara selama berhari-hari.

Citra satelit Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menunjukkan asap karhutla yang berkecamuk di California, Oregon, dan negara bagian Washington telah mencapai Eropa.

Pemantauan satelit juga telah melacak pengangkutan jarak jauh partikel asap dari kebakaran yang bergerak sejauh 8 ribu kilometer ke timur hingga mencapai Eropa utara.


CAMS melaporkan asap karhutla California telah menghancurkan sebagian besar Pantai Barat AS. Karhutla yang terjadi di California kali ini dilaporkan juga 'puluhan hingga ratusan kali lebih intens' dibandingkan rata-rata kebakaran yang terjadi baru-baru ini.

Pada Senin (14/9), cuaca yang berubah membawa asap ke timur di sepanjang aliran jet. Asap pekat bahkan terlihat hingga di langit New York.

Mengutip AFP, kobaran api diperkirakan lebih mungkin terjadi secara signifikan ketika planet memanas dan telah memuntahkan lebih dari 30 juta ton karbon dioksida sejak pertengahan Agustus hingga kini.

"Skala dan besarnya kebakaran ini berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada 18 tahun (terakhir) yang dicakup oleh data pemantauan kami sejak 2003," kata Ilmuwan Senior CAMS sekaligus Pakar Kebakaran, Mark Parrington.
 
"Fakta bahwa kebakaran ini mengeluarkan begitu banyak polusi ke atmosfer sehingga kita masih bisa melihat asap tebal lebih dari 8 ribu kilometer jauhnya, (itu) mencerminkan betapa dahsyatnya kebakaran itu dalam besaran dan durasinya," lanjutnya.

Api telah menghanguskan hampir dua juta hektare lahan di seluruh AS barat, setara dengan seluas negara bagian New Jersey. Jumlah korban tewas dikhawatirkan masih terus bertambah.

Bencana besar kali ini juga membawa isu pemanasan global hingga ke garis depan wacana politik AS hanya dalam hitungan pekan jelang pemilu presiden pada 3 November nanti.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]