Usai Siuman, Tokoh Oposisi Rusia Belajar Berjalan

CNN, CNN Indonesia | Selasa, 22/09/2020 00:30 WIB
Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, saat ini mulai belajar berjalan selepas siuman dari koma diduga akibat diracun. Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny. Navalny saat ini mulai belajar berjalan selepas siuman dari koma diduga akibat diracun. (AFP/MLADEN ANTONOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, dilaporkan saat ini mulai belajar berjalan, meski mengaku masih gemetar, selepas siuman dari koma diduga akibat diracun.

Seperti dilansir CNN, Senin (21/9), meski masih kesulitan, Navalny menyatakan saat ini dia merasa jauh lebih baik dan mengaku berada dalam situasi yang tepat untuk menjalani pemulihan.

"Sebelumnya saya tidak bisa mengenali orang-orang dan bahkan tidak tahu caranya berbicara," tulis Navalny dalam unggahan melalui akun Instagram.


"Setiap pagi, dokter datang dan mengatakan: Alexei, saya membawa papan tulis, mari kita belajar menulis. Saya sempat merasa putus asa karena meski saya memahami permintaan dokter, tetapi saya tidak tahu bagaimana menyampaikan kata itu," tulis Navalny.

"Sekarang, saya adalah lelaki dengan kaki yang gemetar saat berjalan di tangga, tetapi lelaki ini berpikir, 'Oh, ini tangga. Orang-orang naik melalui ini. Mungkin kita harus mencari elevator.' dan sebelumnya saya cuma bisa terdiam dan terpana di hadapannya," lanjut Navalny.

Di dalam unggahan itu, Navalny menyampaikan terima kasih kepada tim dokter yang merawatnya di Rumah Sakit Charite di Berlin, Jerman.

Dia dibawa ke rumah sakit itu dalam kondisi koma karena diduga diracun. Pemerintah Jerman menyatakan dari hasil uji laboratorium militer serta lab independen di Prancis dan Swedia, Navalny dinyatakan diracun menggunakan zat saraf Novichok.

Akan tetapi, pemerintah Rusia membantah hal itu dan meminta bukti-bukti yang menyatakan Navalny diracun.

Novichok adalah zat saraf yang diproduksi di era Uni Soviet. Zat itu tergolong sebagai senjata kimia.

Temuan itu menguatkan dugaan bahwa pemerintah Rusia terlibat dalam insiden tersebut. Namun, juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, tetap membantah tudingan itu.

Navalny yang kerap mengkritik pemerintahan Presiden Vladimir Putin pingsan di atas pesawat saat dalam penerbangan dari Kota Tomsk, Siberia, menuju Moskow, pada 20 Agustus lalu.

Pilot memutuskan mendarat darurat di kota Omsk. Navalny dibawa ke rumah sakit terdekat.

Saat itu dokter yang menangani Navalny membantah dugaan dia diracun. Saat dia dirawat, sejumlah aparat keamanan Rusia mendatangi rumah sakit meminta konfirmasi tentang kondisi Navalny.

Infografis Jalan Berliku Alexei Navalny Hadapi Rezim Rusia(CNN Indonesia/Fajrian)

Atas permintaan keluarga, Navalny kemudian diterbangkan ke Jerman. Navalny lantas dirawat di Berlin hingga siuman.

Navalny yang merupakan advokat menyatakan bahwa pemerintah Rusia sarat dengan perilaku korupsi. Dibantu sejumlah rekannya, dia mengungkap kekayaan tidak wajar para pejabat negara Rusia melalui tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube.

Dia sudah merasakan ditekan pemerintah Rusia melalui berbagai cara, yakni diancam, diserang, bahkan diculik dan dibuang ke Siberia.

(ayp)

[Gambas:Video CNN]